Masyarakat Jakarta Tetap Hati-Hati Mengkonsumsi Ikan
Jumat, 21 Mei 2004 15:09 WIB
Jakarta - Meski Gubernur Sutiyoso telah mengatakan ikan tangkapan nelayan di Jakarta aman dikonsumsi, masyarakat tetap saja berhati-hati untuk mengkonsumsinya. Saat akan membeli mereka meminta penjelasan lebih detail soal asal-usul ikan.Sikap hati-hati itu misalnya terlihat di gerai ikan Carrefour Ratu Plaza, Jl. Sudirman, Jakarta, Jumat (21/5/2004). Warga yang akan membeli ikan di gerai tersebut terlebih dulu meminta penjelasan dari pejaga. Petugas Carrefour pun membenarkan "kecerewetan" pelanggan. "Memang sejumlah konsumen menanyakan ini ikan asalnya dari mana? Tapi setelah kita kasih penjelasan mereka tetap membeli," kata petugas Carrefour, Agus Triono, saat ditemui detikcom.Carrefour selama ini memperoleh pasikan ikan laut dari Muara Angke, Jakarta dan Sumatera. Sedangkan pasokan ikan tawar berasal dari Bogor. Menurut petugas Carrefour sejauh ini penjualan ikan digerainya tak terpengaruh matinya ribuan ikan di Teluk Jakarta. Jika hari ini terlihat agak sepi, hari-hari biasanya juga begitu. "Biasanya juga begitu. Kecuali kalau weekend dan tanggal merah baru ramai," kata petugas itu.Meski diberitakan harga ikan turun, Carrefour tak melakukan penurunan harga. Harga ikan di gerainya tetap sama seperti hari-hari sebelumnya. Sebagai contoh, ikan tenggiri per kilo gram tetap Rp 29.500. Ikan kembung, Rp 17.500 dan marlin steak Rp 35.900. 'Dulunya ya segitu. Tak ada perubahan," kata Agus.
(iy/)










































