"Sekarang saatnya pimpinan PD, terutama SBY punya ketegasan karena waktunya tinggal 3,5 tahun untuk menunjukkan pada rakyat bahwa dia bekerja dengan baik, namun selama ini kerjanya terganggu oleh koalisi," ujar pengamat politik dari Universitas Indonesia, Arbi Sanit usai diskusi polemik Trijaya 'Koalisi Pecah, Kabinet Terbelah' di Warung Daun, Jl Cikini Raya, Jakarta Pusat, Sabtu (26/2/2011).
Arbi menilai, kericuhan yang terjadi dalam koalisi telah mengganggu kinerja pemerintah. Para menteri yang berasal dari parpol yang bermasalah jadi tidak fokus dalam bekerja.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Arbi, perlawanan yang frontal dalam perang politik PKS dan Golkar terhadap anggota yang lain harus diselesaikan secara tuntas. Jika kedua partai tidak mau mundur, maka SBY bisa mengambil langkah tegas dengan mengeluarkannya dari koalisi.
"Saya katakan ini kesempatan terakhir, sebelum 2014. Kalau tidak, dia akan kalah. Harus ada peningkatan signifikan dalam kinerjanya, jadi agar rakyat percaya," tegasnya.
Arbi berpendapat, setelah mengambil sikap tegas, SBY juga harus merombak kabinet yang ada. "Ya kalau memang mau dikeluarkan (dari koalisi), mekanismenya ya reshuffle. Kabinet diubah, menteri-menteri yang mau dikeluarkan itu dihapus, kursinya diambil lalu dibagi-bagi ke yang lain, yang baru atau yang lama," jelas dia.
Menurut Arbi, reshuffle perlu untuk dilakukan mengingat bahwa koalisi berbasis pada pembentukan kabinet. "Kalau mau mengubah koalisi, bikin reshuffle, begitu. Karena koalisi ini berbasis ke pembentukan kabinet, jadi perubahan kabinet membikin koalisi berubah. Begitu maksudnya," jelasnya.
Dengan adanya reshuffle, Arbi berpendapat, kabinet akan lebih stabil. Sebab yang terjadi saat ini adalah keberadaan koalisi tidak bisa menstabilkan pemerintah.
"Dampak yang diperlukan ya supaya pemerintah stabil, itu yang diharapkan. Nah jika dukung koalisi pemerintah enggak stabil, untuk apa. Gunanya koalisi adalah untuk menstabilkan pemerintah," tegas Arbi.
Arbi mendesak SBY untuk segera melakukan perubahan dalam kabinetnya ini. Perubahan ini tidak boleh ditunda-tunda karena waktu SBY hanya tinggal 3,5 tahun menjelang Pemilu 2014.
"Ya paling dalam 3-6 bulan ini mesti selesai. Kalau tidak, dia kehilangan waktu. Mestinya secepat mungkin lebih baik," tandasnya.
(nvc/mok)











































