Iklan Capres di TV Bukan Curi Start Kampanye

Iklan Capres di TV Bukan Curi Start Kampanye

- detikNews
Jumat, 21 Mei 2004 14:16 WIB
Jakarta - Sejumlah capres akhir-akhir ini sering wira-wiri di televisi. Meski dikritik sebagai kampanye terselubung, sayangnya tindakan tersebut belum bisa dikategorikan sebagai mencuri start kampanye.Demikian pendapat Ketua Umum PNBK Erros Djarot saat diskusi "Media Televisi dan Kampanye Presiden", di Hotel Santika, Jl. KS Tubun, Jakarta Barat, Jumat (21/5/2004)."Saya nggak setuju itu dibilang mencuri start, itu hanya pintar-pintarnya saja memanfaatkan situasi yang ada," kata Erros Djarot yang masuk dalam Tim Kampanye Amien Rais-Siswono ini.Senada dengan Erros, pengamat politik Andi Mallarangeng juga menyampaikan hal yang sama. Menurut Andi, iklan para capres belum bisa ditindak karena belum ada Undang-Undang (UU) yang mengaturnya. "Belum ada UU atau peraturannya. Jadi itu memang hanya para calon yang menggunakan kesempatan yang ada," kata Andi.Kedua tokoh itu sepakat agar segera dibuat aturan tentang iklan capres di TV. Iklan itu harus dibatasi, terutama saat tayangan di jam-jam utama (prime time)."Seharusnya ada regulasi supaya tak ada calon yang memblock atau melakukan monopoli komunikasi. Jadi harus ada batas kuota iklan untuk setiap calon terutama di prime time," demikian Andi. (iy/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads