Peringatan kelahiran Nabi Muhammad diperingati meriah warga Bogor. Ribuan warga berebut makanan, sayuran, dan buah-buahan yang dipajang di setiap dong dang atau miniatur hiasan.
Bertempat di Lapangan Tegar Beriman, Cibinong, Bogor, Sabtu (26/2/2011), acara pesta merayakan maulud nabi ini rutin digelar setiap tahunnya.
Tercatat ada sekitar 2 ribu dong dang dari setiap desa dan kelompok masyarakat yang berpartisipasi. Sama seperti halnya gerebek maulud di daerah lain, makanan yang ada di dalam dong dang pun menjadi rebutan warga.
Setiap dong dang berpenampilan berbeda-beda, ada yang berbentuk perahu, masjid, rumah, ataupun hanya berbentuk gunungan buah-buahan. Dong dang yang paling bagus akan mendapatkan hadiah dari Pemerintah Kabupaten Bogor sebagai penyelenggara.
"Tapi tahun ini tidak tertib, dong dang-nya langsung diserbu. Kalau dulu di taruh di lapangan, baru diambil isinya," keluh Atik (45) seorang warga Karadenan yang ikut rebutan dong dang.
Dong dang yang dibuat warga, diarak di depan podium pejabat Pemda Bogor. Setelah melewati podium, ribuan warga langsung menyerbu. Tidak heran kalau kemudian ada warga yang terhimpit dan terinjak-injak hingga pingsan.
Untungnya, petugas kesehatan sigap segera mengamankan mereka yang kurang sehat. Selain pawai dong dang, ada juga ceramah dan pementasan musik religi. Kali ini Bimbo dan Cici Paramida yang didaulat mengisi acara.
Acara tahunan yang dihadiri ribuan warga dari pelosok Bogor ini merupakan hiburan yang ditunggu-tunggu warga. Tentu ribuan warga yang berkumpul menciptakan juga aneka persoalan, yang utama anak hilang.Â
Berkali-kali petugas mengumumkan adanya warga yang kehilangan anaknya. Selain itu juga soal sampah yang menumpuk menjadi persoalan tambahan. Namun bagaimanapun pesta rakyat ini tetap berlangsung meriah.
Â
(ndr/gah)











































