"Supaya kegiatan belajarnya tidak terganggu, kita di Satgas juga memutuskan untuk memberikan beasiswa khusus kepada mahasiswa yang akan kita transitkan di Tunis selama 3 bulan," kata Ketua Satgas Evakuasi WNI, Hassan Wirajuda di Binagraha, Jl Veteran, Jakarta, Jumat (25/2/2011).
Adapun besarnya beasiswa yang diberikan sebanding dengan mahasiswa di Kairo, Mesir. Tapi jumlahnya lebih banyak karena biaya hidup Kota Tunis lebih mahal dibanding di Kairo. Namun Hassa tidak menyebutkan jumlah beasiswa yang akan diberikan kepada masing-masing mahasiswa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setiap mahasiswa yang tidak dievakuasi akan diberi beasiswa selama 3 bulan per Februari 2011. Masing-masing mahasiswa akan mendapat 350 Pound Mesir atau US$ 60.
Sekitar 262 warga negara Indonesia (WNI) akan diterbangkan dari Libya ke Tunisia. Selanjutnya, mereka akan ditampung di KBRI Tunisia untuk selanjutnya diterbangkan ke Tanah Air.
Dari 262 WNI yang diberangkatkan, terdiri dari 201 karyawan PT WIKA, yangs elanjutnya akan diterbangkan ke Tanah Air. 60 Sisanya adalah mahasiswa dan TKI menggunakan pesawat charter Tunisia Air, dari Tripoli ke Tunisia. Mereka ditrasitkan dari Tunis dan ditampung di KBRI Tunis.
(anw/anw)











































