"Kita tunggu rapat paripurna mendatang, kalau perlu nanti voting. Masa kode etik tidak selesai gara-gara Gerindra dan Hanura tidak memiliki wakil yang duduk di BK," kata Nudirman, di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (25/2/2011).
Nudirman mengatakan memang belum ada penyelesaian untuk menyikapi aspirasi Gerindra dan Hanura yang ingin memiliki wakil di BK. Beberapa fraksi lainnya pun enggan mengurangi anggotanya di BK hanya untuk ditukar dengan anggota Gerindra dan Hanura.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu Sekjen Gerindra Ahmad Muzani menegaskan pihaknya tidak akan tunduk pada kode etik jika pihaknya tidak mempunyai kursi di BK tersebut. Menurutnya, sebagai fraksi di DPR, Gerindra dan Hanura seharusnya memiliki wakil di BK. Hal ini dikarenakan BK adalah polisi internal bagi DPR.
"Kita ditawari anggota kehormatan, kita punya pendapat tapi tidak dengan hak suara di BK. Dan itu kita tolak," kata Muzani.
(feb/ndr)











































