Hilman Bantah Dapat Dana dari Jacob untuk Demo Wiranto
Jumat, 21 Mei 2004 11:40 WIB
Jakarta -
Hilman yang juga koordinator Gerakan Muda Nahdlatul Ulama (GMNU) dan namanya tercatat dalam dokumen 6 Mei, menyangkal menerima kucuran dana dari Jacob Nuwa Wea untuk menjegal Wiranto dalam demo-demo antimiliterisme."Itu nggak benar, saya nggak terima dana apa pun," tegas Hilman dalam perbincangan dengan detikcom, pukul 11.00 WIB, Jumat (21/5/2004). Dokumen 6 Mei yang ada di tangan detikcom tersebut adalah berupa selebaran selembar.Selebaran itu bertajuk "Laporan Hasil Pertemuan di Kedimana Menaker Yacob Nuwawea, Kamis 6 Mei 2004". Selebaran itu lebih berupa resume rapat. Disebutkan, rapat dimulai pukul 22.00 WIB-01.00 WIB dihadiri 43 orang dari 26 elemen. Hasil rapat adalah menggelar aksi demo pada Rabu, 12 Mei pukul 13.00-16.00 WIB.Di situ dipaparkan terbentuknya Tim 9 yang terdiri dari Hasyim (Unja), Hikmat (ABA), Hilman (GMNU), Sulaiman (Komunitas), Oky (Famred), Zulfa (Unas), Izul (Unas) dan Nur (Unbor) dan Budi Santoso (GMNU).Di dalam selebaran itu terdapat juga nomor handphone Izul, Budi Santoso dan Hilman. Namun yang bisa dikontak hanya Hilman saja, sedangkan dua lainnya mailbox.Hilman menyatakan, dia memang datang ke rumah Jacob Nuwa Wea pada 6 Mei. "Saya datang pukul 19.00 WIB dengan seorang rekan saya," kata Hilman. Kedatangannya untuk silaturahmi dan menyatakan dukungan terhadap Hasyim Muzadi yang berduet dengan Megawati."Kalau ada pertemuan dengan mahasiswa lain seperti yang dikatakan selebaran itu, saya tidak tahu. Waktu itu kan banyak tamu yang datang, biasa kan pejabat," kata mahasiswa Universitas Terbuka Jurusan Politik Sosiologi angkatan 1999 ini.Hilman, meski belum pernah membaca selebaran itu, menyatakan bahwa dokumen itu lebih terlihat sebagai daftar hadir. "Aneh sekali, daftar hadir seperti itu dimanfaatkan untuk membalik-balikkan fakta-fakta atau isu-isu yang tidak benar. Apalagi orang sekaliber Pak Wiranto mempercayai dokumen yang tidak jelas itu," urai Hilman.Hilman tidak tahu siapa yang menyebarkan daftar hadir itu dan tak tahu kepentingannya. "Saya mencantumkan nomor telepon saya di buku tamu Pak Jacob karena saya tidak ada tendensi apa-apa. Saya lurus-lurus saja," tegas Hilman yang mengaku tidak merasa terusik akibat munculnya dokumen itu.Hilman juga menggarisbawahi bahwa pada 12 Mei dia dan kelompoknya tidak turun jalan, seperti amanat pertemuan 6 Mei yang dilansir dokumen. "Kami hanya mendukung Pak Hasyim agar menjadi pemimpin bangsa yang baik," tandasnya.Hilman juga menyangkal Budi Santoso yang di dokumen disebut sebagai GMNU sebagai koleganya. "Dia bukan GMNU, Anda tepat sekali menelepon saya," kilahnya.Pada Rabu (19/5/2004), Jacob Nuwa Wea mengakui melakukan pertemuan dengan sejumlah mahasiswa pada 6 Mei lalu di kediamannya. Dia mengaku memberi sejumlah uang pada mahasiswa. Tapi Jacob tidak tahu uang itu untuk apa dan tidak mengingat jelas siapa saja mahasiswa tersebut.
(nrl/)










































