Israel Abaikan Resolusi PBB
Jumat, 21 Mei 2004 11:37 WIB
Den Haag - Meskipun dikecam Sekjen dan DK PBB, Israel tetap meneruskan agresi militer dan demolisi rumah warga pengungsi Palestina di Rafah. Korban tewas bertambah 7 orang. Israel kecewa AS tak memveto resolusi.Jatuhnya korban baru akibat agresi militer Israel itu dilaporkan tim penolong, Kamis (20/5/2004). Pasukan militer negeri Yahudi itu mengerahkan tank-tank dan serangan rudal dari helikopter-helikopter tempur. Israel berdalih kawasan pengungsi Rafah, Gaza, menjadi sentra penyelundupan senjata melalui terowongan yang menghubungkan ke wilayah teritorial Mesir. Namun, wartawati Israel yang diwawancara televisi Belanda NOS menyebutkan bahwa sesungguhnya penyelundupan senjata tersebut tidak mengancam eksistensi negara Israel. "Sebab umumnya senjata yang masuk adalah senjata ringan. Tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan persenjataan militer Israel jauh lebih superior dan modern. Senjata selundupan itu hanya bisa mengancam para kolonis (yang juga dipersenjatai), tapi tidak militer Israel," katanya.Serangan itu merupakan kelanjutan dari aksi serupa Rabu, menyebabkan sekurangnya 10 warga tewas, sebagian besar anak-anak, dan puluhan lainnya luka. Hari itu kerumunan warga Palestina yang berdemo damai, secara sengaja di rudal dari udara. Saksi mata juga menyebutkan bahwa tank-tank Israel juga menembak ke arah massa.Peristiwa tersebut langsung menyulut perhatian internasional. Sekjen PBB Kofi Annan mengecam keras Israel yang tidak mengindahkan hukum internasional. Sedangkan DK PBB mengeluarkan resolusi berisi kecaman dan seruan kepada Israel agar menghentikan agresinya di Rafah. Israel KecewaSementara itu Israel menyatakan kecewa atas sikap AS yang tidak menggunakan hak vetonya di DK PBB, sehingga resolusi bisa lolos. AS, sekutu setia dan pelindung Israel, selama ini selalu memveto setiap resolusi yang dialamatkan ke Yerusalem. Namun kali ini negeri Paman Sam itu bersikap abstain. Dalam argumennya, Dubes AS untuk PBB, James Cunningham, menyatakan bahwa perdamaian dan keamanan tidak diuntungkan oleh aksi Israel di Rafah.Dubes Israel untuk PBB, Dan Gillerman, dalam pernyataannya menyesalkan PBB yang tidak mengambil tindakan jika jatuh korban di pihak Israel. Gillerman menuduh, dengan diloloskannya resolusi itu DK PBB telah menstimulasi untuk apa yang disebutnya terorisme.
(es/)











































