Setelah ratusan kali beraksi, dua pelaku komplotan pencopet itu akhirnya berhasil dibekuk polisi.
"Dua tersangka lainnya meloloskan diri," kata Kasat Reskrim Polresta Bekasi Kota Kompol Ade Ary Syam Indradi kepada detikcom, Jumat (25/2/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara dua pelaku lainnya yang melarikan diri yakni Acin dan Yusuf. Dari dua tersangka, polisi menyita barang bukti berupa handphone nokia N70 hasil kejahatan.
Sasarannya adalah penumpang yang naik dan turun di stasiun KA jurusan Bekasi ke Stasiun Kota. Mereka beraksi pada jam-jam sibuk. "Antara jam 06.00-08.30 pagi dan sore harinya diantara jam 17.00 WIB," ucap Ade.
Ade menjelaskan, modus operandi yang dilakukan komplotan ini secara bersama-sama naik ke atas kereta. Dalam situasi penumpang yang berdesak-desakan, para pelaku menyelinap di antara penumpang.
"Perannya berbeda-beda," katanya.
Seorang pelaku bertugas menyasar korban. Dia kemudian mengambil barang-barang dari dalam tas korban.
"Segala diambil, mau handphone, uang, apa saja yang bisa keambil," terangnya.
Setelah berhasil diambil, pelaku lalu menyerahkannya ke temannya yang lain untuk menghilangkan jejak. Sementara dua pelaku lainnya bertugas untuk berjaga-jaga jika ada petugas atau orang-orang yang mencium kecurigaan atas tindakan mereka.
"Jadi kalau ketahuan, pelaku yang mengambil barang akan mengelak bukan dia pelakunya karena barangnya sudah dipindahkan ke temannya," jelasnya.
Menurut pengakuan tersangka, modus seperti itu sudah dilakukan komplotannya selama satu tahun. Dalam sehari, pelaku bisa mendapat 3-4 handphone berbagai merk.
Setelah itu, barang hasil curian kemudian dijual ke temannya di kawasan Jatinegara, Jakarta Timur. Masing-masing pelaku bisa mendapat keuntungan Rp 100-150 ribu perhari.
"Sesuai dengan handphone yang didapat. Kalau bagus, harganya lebih mahal, hasilnya juga lebih banyak," katanya.
(mei/gun)










































