"Sudah berangkat sekitar pukul 10.00 waktu setempat menuju bandara dari KBRI di Tripoli," ujar petugas KBRI di Tripoli yang enggan menyebutkan namanya melalui sambungan telepon.
Dalam rombongan tersebut, imbuh dia, kebanyakan adalah pekerja PT Wijaya Karya. Sedangkan sisanya ada tenaga profesional, TKW maupun mahasiswi.
"Butuh waktu sekitar 40 menit sampai ke bandara. Ada penjagan rombongan oleh pihak keamanan setempat karena PT Wika bekerja di sana di bawah (order) perusahaan Libya," imbuh petugas itu.
Rombongan WNI yang dievakuasi dibawa ke bandara dengan menggunakan 5 kendaraan dari KBRI dan 4 bus sewaan. Menurut petugas itu, pada hari ini tidak ada demonstrasi di sekitar wilayah KBRI di Tripoli.
"Kita nggak tahu kondisi di bandara seperti apa, yang jelas ada penjagaan petugas keamanan," imbuh dia.
Kemlu merilis data ada sekitar 187 WNI yang ada di Libya. Evakuasi pertama menggunakan pesawat Tunisair yang akan membawa mereka ke Tunisia. Kemlu berkoordinasi dengan perusahaan-perusahaan yang mempekerjakan WNI di Libya antara lain PT Wika, Pertamina dan Medco. Kapasitas pesawat yang akan membawa WNI yakni 250-260 penumpang. Evakuasi juga tidak dipungut biaya. Pemilihan Tunisia sebagai negara tujuan evakuasi telah berdasar pertimbangan yang matang.
(vit/fay)











































