"Saya tegaskan, baik yang terdata atau tidak, kita akan tetap beri perlindungan," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Michael Tene dalam press briefing di kantornya, Jalan Pejambon, Jakarta Pusat, Sabtu (25/2/2011).
Karena itu, Michael berharap semua pihak yang mengetahui adanya WNI di Libya dapat menghubungi KBRI setempat. Dengan begitu, seluruh WNI di negeri yang sedang dilanda pergolakan hebat itu dapat terpantau.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Michael mengatakan, saat ini komunikasi di negara itu sangat sulit dilakukan. Apalagi, jaringan sering terputus. "Jadi komunikasi sangat sulit," kata Michael.
Sebelumnya Michael mengatakan situasi dan kondisi di Libya terus memburuk. Di Tripoli sendiri, kondisi relatif kondusif namun sangat dinamis sehingga bisa berubah sewaktu-waktu.
Sejumlah negara telah mulai mengevakuasi warganya. Hal itu terlihat dari padatnya bandara setempat. Namun banyak negara mengevakuasi warganya lewat laut seperti halnya AS.
(ken/nrl)











































