"Misalnya dari arah Cawang menuju Cikunir biasanya Rp 1.500. Setelah direlokasi GT Pondok Gede Timur ke Cikarang maka akan diberlakukan tarif Rp 3.500," kata Direktur Operasional PT Jasa Marga Adityawarman.
Hal ini disampaikan Aditya saat menggelar jumpa di Kantor Pusat Jasa Marga, Jl Dukuh VI, Kramatjati, Jakarta Timur, Jumat (25/2/2011).
Menurut dia, kenaikan tidak berlaku kepada kendaraan yang berjarak tempuh relatif jauh, misalnya arah Cawang ke Cikarang. Tarif yang akan diberlakukan justru mengalami penurunan dari Rp 6.000 menjadi Rp 3.500.
"Untuk kendaraan berjarak tempuh pendek, kami menghimbau menggunakan jasa non tol agar pengguna jasa tidak terjebak dengan tarif baru yang diberlakukan," ujarnya.
Begitu pula dengan kendaraan dari arah Cileunyi, Bandung menuju arah Jakarta, jika tarif biasa dikenai biaya Rp 44.500 maka pemberlakuan tarif baru sejak direlokasikannya GT Cikarang per 2 Maret 2011 mulai pukul 00.00 WIB tarif menjadi Rp 43.500.
Adiyta menambahkan, sistem transaksi di GT Bekasi Barat akan diberlakukan transaksi terpisah. Kendaraan menuju Cikampek akan terus melakukan transaksi di Cikarang, sementara itu kendaraan menuju Jakarta tetap akan diberlakukan transaksi di GT Bekasi Barat.
"Pengendara diharap membaca rambu yang sudah disediakan agar tidak salah masuk jalur transaksi," kata Aditya.
Mulai 2 Maret nanti, PT Jasa Marga menutup operasi GT Pondok Gede Timur. Transaksi kendaraan diberlakukan di GT baru di Cikarang. Alasan relokasi dilakukan guna mengurai antrean kendaraan yang saat ini mencapai 75 ribu kendaraan per harinya dari 8 gerbang masuk dan 17 gerbang keluar.
Sementara itu, PT Jasa Marga mengklaim mampu memecah antrean kendaraan mencapai 60 ribu per hari di GT Cikarang dari 11 gerbang masuk dan 20 gerbang keluar. Sistem GTO (Gerbang Tol Otomatis) diberlakukan untuk transaksi masuk, sedangkan keluar masih diberlakukan penjagaan operator Jasa Marga.
(ahy/aan)











































