"Saya tekankan Gerindra tak pernah menjadi oposisi. Itu tidak ada kan di sistem pancasila. Dan di politik itu semuanya terbuka," ujar Prabowo menjawab pertanyaan wartawan tentang kemungkinan Gerindra merapat ke koalisi SBY-Boediono.
"Kalau Presiden mempertimbangkan usulan-usulan dari kami, ya maka kami akan pikirkan itu (masuk koalisi)," sambungnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Prabowo mengatakan, Gerindra merupakan partai ideologis yang berpaham kerakyatan. Oleh karena itu, lanjutnya, kebijakan pemerintah saat ini yang sejalan dengan kepentingan rakyat, akan didukung sepenuhnya oleh Gerindra.
"Kita tidak mengejar jabatan. Mana kebijakan pemerintah yang sejalan dengan kita, ya akan kita dukung," paparnya.
Pada awal pekan ini, Gerindra menjadi penentu kemenangan kubu Demokrat Cs yang getol menolak hak angket mafia pajak. 26 Suara Gerindra solid menolak hak angket pajak. Sekretaris Setgab Syarif Hasan mengatakan, penghargaan untuk Gerindra akan ditentukan oleh Presiden.
"Penghargaan itu presiden yang memberikan," kata Syarif di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa 22 Februari lalu.
Dalam voting ini kubu yang menolak hak angket pajak yakni FPD, FPAN, FPPP, FPKB, dan F-Gerindra mengoleksi 266 suara. Selisih dua suara, pendukung hak angket yang terdiri dari Golkar, FPKS, FPDIP, F-Hanura, plus 2 anggota FPKB, berhasil mengumpulkan 264 suara.
(fjr/lrn)











































