"Saya tidak mendapat laporan. Tapi sebagai manusia kita itu harus jujur. Jujur saja semuanya," ujar Prabowo menjawab pertanyaan tentang permainan di angket mafia pajak.
Hal itu disampaikannya usai menghadiri acara peresmian Kantor Dewan Masjid Indonesia, di Masjid Istiqlal, Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Jumat (25/2/2011) siang.
Soal dugaan penyuapan ini pertama kali dihembuskan oleh Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon. Dia mengaku mendapatkan laporan lisan dari dua anggota Fraksi Gerindra bahwa ada pihak yang menawarkan suap agar mereka berbalik mendukung hak angket.
"Dia (Fadli) kan tidak sebut nama, tolong jangan diperkeruh," sambung Prabowo.
Sebelumnya, Fadli juga menyebutkan nilai uang suap yang ditawarkan dalam proses lobi juga terhitung sangat besar.
"Yang saya tahu ada minimal dua anggota fraksi yang mau disuap agar berubah suara dalam voting hak angket itu. Memaksa bahkan menyuap dengan sejumlah uang agar berubah sikap, tapi mereka menolak dan tidak menerima suap itu," kata Fadli.
Hasil voting dalam rapat paripurna DPR untuk penggunaan hak angket mafia pajak, dimenangkan oleh kubu penolak yang terdiri dari FPD, FPAN, FPPP, FPKB, dan Gerindra dengan mengoleksi 266 suara. Sedang pendukung hak angket mendapat 264 suara yang berasal dari politisi Golkar, PKS, PDIP, dan Hanura.
(fjr/lrn)











































