"Evakuasi pertama menggunakan pesawat Tunisair. Rencananya akan mendarat di Libya pukul 18.30 waktu setempat," ujar Jubir Kemlu Michael Tene dalam media briefing di gedung Kemlu, Jl Pejambon, Jakarta Pusat, Jumat (25/2/2011).
Menurut Tene, pihaknya berkoordinasi dengan perusahaan-perusahaan yang mempekerjakan WNI di Libya antara lain PT Wika. PT Wika mempekerjakan 201 WNI yang sedang mengerjakan proyek kostruksi di Libya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kapasitas pesawar yang akan membawa WNI yakni 250-260 penumpang. Evakuasi juga tidak dipungut biaya.
WNI dievakuasi ke Tunisia terlebih dulu. Kemudian akan ditangani hingga ke Indonesia.
Dipilihnya Tunisia, karena berdasarkan pertimbangan yang matang dari Tim Satgas Evakuasi yang diketuai Hassan Wirajuda. "Opsi ini yang terbaik dan tepat," kata Tene.
(nik/nrl)











































