Happy Birthday Wapres Boediono!

Happy Birthday Wapres Boediono!

- detikNews
Jumat, 25 Feb 2011 11:46 WIB
Jakarta - Hari ini adalah hari yang istimewa bagi Wakil Presiden  Boediono. Mantan Gubernur Bank Indonesia (BI) itu berulang tahun yang ke-68.

Untuk merayakan ulang tahunnya, Boediono akan menggelar syukuran sederhana di Kantor Wapres, Jl  Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat  (25/2/2011).

Menurut informasi yang diperoleh detikcom, syukuran itu berupa potong tumpeng dan santap siang bersama. Diundang dalam acara pukul 13.00 WIB nanti itu antara lain pejabat eselon I dan II di lingkungan Setwapres, paspampres, serta wartawan yang sehari-hari meliput kegiatan RI-2.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tidak ada persiapan khusus yang terlihat di Kantor Wapres untuk menyambut ulang tahun Boediono. Seperti pada tahun lalu, syukuran ulang tahun pria kelahiran Blitar, 25 Februari 1943, tersebut, rencananya akan digelar di Gedung II kantor Wapres.

Akan tetapi, kabarnya para staf khusus Wapres sudah menyiapkan kejutan untuk Boediono. "Nanti akan ada  kejutan. Tunggu saja," ujar salah satu staf Wapres.

Boediono berasal dari keluarga pedagang batik di  Blitar, sebuah kota kecil di Jawa Timur (Jatim). Ia adalah anak dari pasangan Ahmad Siswa Sarjono dan  Samilah. Bersama dua adiknya, Boediono menghabiskan masa kecil hingga remaja di kampung halamannya tersebut.

Suami dari Herawati ini lalu berkarir sebagai dosen di Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta. Karirnya melesat saat ditunjuk sebagai  Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas pada Kabinet Reformasi Pembangunan tahun  1998.

Peraih gelar PhD dalam bidang ekonomi dari Wharton Business School, University of Pennsylvania, Amerika Serikat (AS), ini kemudian menduduki jabatan Menteri  Keuangan (2001) dan Menko Perekonomian (2005). Tahun 2008, ia berkantor di BI sebagai Gubernur.

Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meminang ayah dari Ratriana Ekarini dan Dios Kurniawan itu untuk menjadi Cawapres dalam pemilu tahun 2009. Pasangan ini memenangi Pilpres satu putaran dengan meraih lebih  dari 60 persen suara.

Pada awal menjabat, posisinya sebagai orang nomor nomor 2 di Indonesia sempat digoyang karena adanya kasus Bank Century. Bersama mantan Menkeu Sri Mulyani, ia dinilai terlibat dalam kasus bailout Bank Century sebesar Rp 6,7 triliun.



(gah/gah)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads