HUT ke-2 Timor Leste, Bahagia dalam Bayang Kemiskinan

HUT ke-2 Timor Leste, Bahagia dalam Bayang Kemiskinan

- detikNews
Kamis, 20 Mei 2004 22:37 WIB
Jakarta - Timor Leste merayakan HUT ke-2. Upacara megah digelar. Rasa bahagia mewarnai warga, di bawah bayang-bayang kemiskinan dan sulit mendapat bantuan asing.Marching band, beberapa peleton pasukan Timor Leste yang baru di-training melakukan parade dalam upacara yang digelar di Dili, Kamis (20/52/004).Presiden Timor Leste Xanana Gusmao memimpin mengheningkan cipta sejenak untuk mengenang 1.400 orang yang tewas di tangan pasukan dan milisi Indonesia dalam kekerasan yagn terjadi pada tahun 1999."Ini merupakan salah satu momen penting dalam sejarah Timor Leste," kata Xanana seperti dilaporkan AFP.Ratusan orang kemudian memenuhi jalan-jalan di Dili sambil mengibarkan bendera nasional. Mereka menari dengan iringan genderang tradisional dan berarak-arakan dalam suasana karnaval.Beberapa warga mengaku optimis dengan masa depan negerinya, meski Xanana dan para pemimpin lainnya mengklaim Timor Leste merupakan negara termiskin di Asia."Selama dua tahun ini ada beberapa perbaikan dan kemajuan. Tapi meski merayakan hari kemerdekaan dengan gembira, kita tidak punya uang," kata Limo Da Silva (25) yang bekerja sebagai relawan Palang Merah Internasional.Timor Leste dan Australia sedang angot-angotnya berselisih tentang hak atas minyak di bawah permukaan laut dan lahan minyak gas alias bensin yang ada di wilayah perbatasan maritim antara kedua negara.Belum lagi masalah kekhawatiran Timor Leste atas penarikan pasukan penjaga perdamaian PBB. Seperti dilaporkan ABC News, PBB mengalihkan tanggung jawab keamanan dan administrasi bertepatan dengan HUT ke-2 Timor Leste.PBB memperbarui mandatnya di Timor Leste untuk 12 bulan terakhir, namun jumlah kehadiran pasukannya sudah dipotong dua per tiganya. Australia menyisakan seperempat pasukannya dengan kontribusi 100 personel pasukan dan 16 polisi.Penarikan pasukan itu membuat Menlu Timor Leste Jose Ramos Horta khawatir akan kembalinya gang milisi bersenjata Indonesia.Sebuah laporan dari organisasi bantuan Oxfam juga mewarnai peringatan HUT ke-2 Timor Leste. Laporan itu memperingatkan Timor Leste nyaris menjadi negara yang gagal dengan menggunungnya kemiskinan dan kemelaratan, defisit budjet yang besar-besaran, dan sulit mendapat bantuan asing. (sss/)


Berita Terkait