Saif al-Arab Khadafi, putra Khadafi itu tadinya dikirimkan oleh ayahnya untuk bekerja sama dengan pasukan keamanan dalam menghentikan aksi unjuk rasa. Namun dia telah bergabung dengan para demonstran di Kota Benghazi pada Kamis, 24 Februari waktu setempat.
Demikian seperti diberitakan media Press TV, Jumat (25/2/2011). Saif selama ini dikenal sebagai putra Khadafi yang paling low-profile. Saif disebut-sebut mendapat dukungan dari pasukan tempur dan memiliki peralatan militer yang telah dikirimkan ke Kota Benghazi yang tengah dilanda pergolakan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami kini di pihak rakyat... Saya berada di pihak dia (Khadafi) sejak dulu namun situasi telah berubah, dia seorang tiran," ujar Mahmoud kepada Al Jazeera. Diimbuhkannya, dirinya didukung oleh tentara-tentara yang telah membelot.
"Kami mendukung rakyat Libya dan tentara serta warga sipil bergandengan tangan menentang setiap agresi," tuturnya.
Setidaknya seribu orang dilaporkan telah tewas akibat serangan-serangan udara yang dilancarkan militer Libya untuk membubarkan massa demonstran. Serangan itu diperintahkan langsung oleh Khadafi yang telah menegaskan untuk menolak mundur. Sementara sekitar 130 prajurit telah dieksekusi karena menolak perintah untuk menembaki para demonstran tak bersenjata. (ita/nrl)











































