Saif al-Arab, Putra Khadafi Bergabung dengan Demonstran

Kisah Anak-anak Khadafi

Saif al-Arab, Putra Khadafi Bergabung dengan Demonstran

- detikNews
Jumat, 25 Feb 2011 11:12 WIB
Saif al-Arab, Putra Khadafi Bergabung dengan Demonstran
Tripoli - Aksi demo antipemerintah terus berlangsung di Libya. Bahkan salah satu putra Muammar Khadafi dikabarkan telah ikut bergabung dengan para demonstran anti-Khadafi.

Saif al-Arab Khadafi, putra Khadafi itu tadinya dikirimkan oleh ayahnya untuk bekerja sama dengan pasukan keamanan dalam menghentikan aksi unjuk rasa. Namun dia telah bergabung dengan para demonstran di Kota Benghazi pada Kamis, 24 Februari waktu setempat.

Demikian seperti diberitakan media Press TV, Jumat (25/2/2011). Saif selama ini dikenal sebagai putra Khadafi yang paling low-profile. Saif disebut-sebut mendapat dukungan dari pasukan tempur dan memiliki peralatan militer yang telah dikirimkan ke Kota Benghazi yang tengah dilanda pergolakan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu sejumlah pejabat militer dan intelijen di Kota al-Bayda, kota terbesar ketiga di Libya, telah mengundurkan diri. Begitu pula dengan komandan militer di Kota Tobruk, Mayjen Suleiman Mahmoud yang telah mengundurkan diri karena tidak menyetujui kekerasan yang dilakukan rezim Khadafi terhadap para demonstran. Mahmoud pun kini telah bergabung dengan para demonstran.

"Kami kini di pihak rakyat... Saya berada di pihak dia (Khadafi) sejak dulu namun situasi telah berubah, dia seorang tiran," ujar Mahmoud kepada Al Jazeera. Diimbuhkannya, dirinya didukung oleh tentara-tentara yang telah membelot.

"Kami mendukung rakyat Libya dan tentara serta warga sipil bergandengan tangan menentang setiap agresi," tuturnya.

Setidaknya seribu orang dilaporkan telah tewas akibat serangan-serangan udara yang dilancarkan militer Libya untuk membubarkan massa demonstran. Serangan itu diperintahkan langsung oleh Khadafi yang telah menegaskan untuk menolak mundur. Sementara sekitar 130 prajurit telah dieksekusi karena menolak perintah untuk menembaki para demonstran tak bersenjata. (ita/nrl)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads