Kader Muda NU Solo & Tukang Becak Aksi Bela Gus Dur
Kamis, 20 Mei 2004 16:42 WIB
Solo - Dukungan bagi Gus Dur dan persamaan hak terus mengalir dari berbagai daerah. Kamis (20/5/2004) sore, Kader Muda Nahdlatul Ulama' (KMNU) Surakarta dan para tukang becak menggelar aksi menentang SK KPU No 26/2004 yang dianggap diskriminatif dan melanggar HAM. Mereka juga menyerukan golput.Aksi sekitar 200 generasi muda NU Solo yang dipimpin Naeni Amanullah tersebut dimulai dari depan Stadion R Maladi Sriwedari dan selanjutnya berjalan kaki menyusuri Jalan Slamet Riyadi menuju Bundaran Gladag. Bergabung pula bersama mereka puluhan tukang becak. Di Gladag mereka secara bergantian menggelar orasi mengecam KPU yang dianggap sebagai lembaga pelanggar HAM.Salah seorang orator, Kuat H Santoso, mengatakan bahwa Gus Dur dianiaya oleh orang-orang yang dulu diperjuangkannya sendiri. Dipaparkannya bahwa sejak rezim Orba berkuasa, Gus Dur berjuang dengan segala tekanan demi terciptanya kehidupan demokrasi dan persamaan hak di Indonesia. Namun setelah kran demokrasi itu terbuka, Gus Dur tetap saja menjadi korban."Mereka yang saat ini duduk di KPU tidak akan berada di posisi itu tanpa ada demokratisasi yang diperjuangkan Gus Dur. Dulu mereka tidak berbuat apa-apa dan sekarang dengan berbagai dalih kembali mengingkari demokrasi dan HAM. Mereka melacurkan amanat rakyat dengan hanya menerima pesanan kelompok kepentingan," teriaknya."Kita akan golput jika Gus Dur dijegal dengan alasan tes kesehatan tidak memadai. Kita tidak akan mendukung sebuah proses demokrasi yang tidak demokratis. Kita menolak diskriminasi sampai kapan pun dan sepenuhnya berada di belakang Gus Dur serta mendukung langkah-langkahnya melanjutkan perjuangan demokrasi," lanjut Kuat.Seorang penarik becak bernama Sugeng dalam orasinya menyatakan, KPU tidak berhak menjegal capres. "Serahkan kepada rakyat, biar rakyat yang memilih pemimpinnya," teriaknya. Sikap Sugeng ini juga dikuatkan oleh pernyataan Ketua PCNU Solo, Mubin Shoimuri, saat mendapat giliran memberikan orasi.Dalam aksi itu KMNU membawa puluhan poster, puluhan bendera NU, dan bendera Merah Putih. Mereka memakai separoh badan jalan sehingga tidak mengganggu lalu-lintas. Di antara poster yang dibawa terdapat tulisan, 'Gus Dur Out, Kita Golput', 'Maju Terus, Gus', 'Tolak SK KPU No 26/2004', Jangan Bunuh Demokrasi', dan lain-lainnya.Aksi berakhir dengan tertib ditandai pembacaan sikap oleh koordinator aksi, setelah sebelumnya melakukan doa bersama dipimpin ketua PCNU Solo. Mereka berjanji akan kembali turun ke jalan jika KPU tetap tidak meloloskan Gus Dur. "Kami akan beramai-ramai membakar kartu pemilih," ancam Kuat H Santoso yang mantan ketua PMII Solo tersebut.
(nrl/)











































