"Kota Tripoli saat ini sudah berangsur normal. Kehidupan ekonomi mulai berjalan kembali setelah sempat terhenti selama 2 hari. Toko-toko mulai buka, pasar-pasar tradisional kembali beroperasi," tutur salah seorang mahasiswa Indonesia yang berada di Tripoli, Gelar Digjaya Muhammad dalam surat elektronik kepada detikcom, Jumat (25/2/2011).
Gelar yang berdomisili di Tripoli ini menuturkan, bahwa keadaan sempat mencekam ketika Khadafi belum muncul. Namun, setelah pidatonya di depan publik, pada dua hari terakhir suasana berbalik berangsur normal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejumlah gedung yang dirusak oleh massa pun mulai direnovasi. Puing-puing bangunan juga mulai dibersihkan dari jalan di Kota Tripoli.
"Sempat ada pembakaran dan pengrusakan beberapa gedung di Tripoli, namun kini sudah mulai direnovasi," imbuh mahasiswa Islamic Call College Tripoli tingkat 3 jurusan Ilmu Ekonomi dan Keuangan ini.
Dikatakan dia, pemerintah Libya telah menghimbau para warganya untuk kembali bekerja dan beraktivitas seperti biasa. Menurut Gelar, internet, Facebook dan jaringan ponsel sudah kembali normal.
"Lalu lintas mulai ramai termasuk angkutan-angkutan umum. Bandara kota Tripoli masih beroperasi normal, namun sangat penuh oleh orang-orang yang ingin keluar Libya," tandasnya.
Kemlu RI mencatat jumlah WNI di Libya sebanyak 875 WNI. Dari jumlah itu 500-600 orang tercatat sebagai TKI di sektor formal, 130 mahasiswa dan sisanya adalah TKI sektor informal.
(nvc/van)











































