Rangkaian Seminar Isi Peringatan Seabad Sjafruddin Prawiranegara

Rangkaian Seminar Isi Peringatan Seabad Sjafruddin Prawiranegara

- detikNews
Kamis, 24 Feb 2011 23:14 WIB
Rangkaian Seminar Isi Peringatan Seabad Sjafruddin Prawiranegara
Jakarta - Tanggal 28 Februari mendatang, tepat 1 abad Mr Sjafruddin Prawiranegara (1911-2011), salah satu tokoh  penting dalam sejarah perjuangan kemerdekaan RI. Untuk memperingatinya, panitia telah menyiapkan  kegiatan berupa penerbitan buku serta rangkaian seminar di berbagai kota.

Panitia peringatan 1 abad Mr Sjafruddin ini diketuai oleh mantan Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan  Rakyat AM Fatwa. Fatwa berserta rombongan panitia, termasuk Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng  Solahuddin Wahid dan putra Mr Sjafruddin, Farid Sjafruddin, menemui Wapres Boediono di Kantor Wapres,  Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (24/2/2011).

"Tanggal 28 Februari nanti di Bank Indonesia akan dimulai acara peringatan 1 abad Mr Sjafruddin.  Mengapa di BI? Sebab Sjafruddin mempunyai pengaruh yang monumental di BI. Di BI, kan, juga ada Gedung  Mr Sjafruddin," kata Fatwa dalam jumpa persnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk seminar mengenai sosok Mr Sjafruddin, yang pernah menjadi presiden/Ketua Pemerintahan Darurat  Republik Indonesia (PDRI) tahun 1948, papar Fatwa, akan diadakan di berbagai kota dari Aceh hingga  Jakarta. Seminar-seminar tersebut berlangsung mulai pertengahan Maret hingga awal Agustus 2011.

"Bapak Wakil Presiden berharap seluruh hasil seminar itu akan bisa diterbitkan menjadi buku," ucap  Fatwa.

Berdasarkan agenda kegiatan yang dibagikan kepada wartawan, ada beberapa buku yang akan diterbitkan  menyambut 1 abad Mr Sjafruddin ini. Di antaranya adalah "Sjafruddin Prawiranegara Lebih Takut kepada  Allah," dan "Presiden Prawiranegara, Kisah 209 hari Mr Sjafruddin Memimpin Indonesia."

Selain seminar dan penerbitan buku, panitia juga mengadakan mengagendakan pembuatan film dokumenter  tentang Mr Sjafruddin. Lalu, dipamerkan pula sejumlah foto-foto perjuangan Mr Sjafruddin.

Mr Sjafruddin lahir di Serang, Banten, 28 Februari 1911, merupakan anak dari seorang jaksa bernama  Arsyad Prawiraatmadja. Mr Sjafruddin menempuh pendidikan di ELS pada tahun 1925, MULO di Madiun tahun  1928, dan AMS Bandung tahun 1931. Pendidikan tingginya adalah Rechtshogeshool Jakarta (sekarang  Fakultas Hukum Uviversitas Indonesia) tahun 1939 dan berhasil meraih Meesterning de Rechten (Magister  Hukum).

Mr Sjafruddin adalah anggota Badan Pekerja KNIP (1945), yang bertugas mempersiapkan garis besar haluan negara RI sebelum merdeka. Pada saat Agresi Militer Belanda ke II tahun 1948, pemerintah RI di bawah  Presiden Soekarno dan Wapres Mohamad Hatta di Yogyakarta jatuh dan keduanya diasingkan. Mr Sjafruddin ditugaskan untuk mendirikan PDRI yang berpusat di Sumatera.

Setelah disepakatinya perundingan Roem-Royen, yang mengakhiri upaya Belanda sekaligus membebaskan  Soekarno-Hatta, diadakan sidang antara PDRI dengan kedua tokoh proklamasi itu pada 13 Juli 1949. PDRI  menyerahkan mandatnya kepada pemerintah RI hari itu juga.

Mr Sjafruddin adalah pejabat menteri keuangan pertama RI. Setelah PDRI yang diketuainya menyerahkan  mandat, ia sempat diangkat sebagai Wakil Perdana Menteri pada tahun 1949. Ia kembali diangkat menjadi  Menkeu di kabinet Hatta pada Maret 1950 dan menelurkan kebijakan yang cukup terkenal saat itu, yakni pengguntingan uang dari nilai Rp 5 ke atas (Gunting Sjafruddin).

(irw/van)


Berita Terkait