Khadafi Tuding Al Qaeda Di Balik Demonstrasi di Libya

Khadafi Tuding Al Qaeda Di Balik Demonstrasi di Libya

- detikNews
Kamis, 24 Feb 2011 23:05 WIB
Khadafi Tuding Al Qaeda Di Balik Demonstrasi di Libya
Tripoli - Presiden Libya Muammar Khadafi menuding bahwa Al Qaeda bertanggungjawab atas timbulnya aksi unjuk rasa besar-besaran di Libya. Hal ini ditegaskan Khadafi dalam perbincangan dengan sebuah stasiun televisi nasional Libya.

"Sudah jelas sekarang bahwa hal (aksi unjuk rasa) ini digerakkan oleh Al Qaeda," tuding Khadafi yang berbicara melalui telepon dari lokasi yang tak diketahui seperti dilansir dari situs Al Jazeera, Kamis (24/2/2011).

Khadafi menyebut bahwa para pengunjuk rasa yang kebanyakan merupakan anak muda tersebut telah digerakkan oleh Al Qaeda. Bahkan dia munuduh bahwa sebagian besar dari mereka berada di bawah pengaruh obat-obatan.

"Tidak ada seorangpun yang berusia di atas 20 tahun ikut ambil bagian dalam aksi tersebut," ucap Khadafi.

"Mereka (Al Qaeda) mengambil keuntungan dari anak-anak muda ini (untuk melakukan aksi kekerasan) karena mereka tidak bertanggungjawab secara hukum," tudingnya lagi.

Pada saat yang sama, dia juga memperingatkan bahwa mereka yang berada di balik aksi unjuk rasa dan kerusuhan ini nantinya akan dituntut di pengadilan. Dia juga meminta para orang tua di Libya untuk menjaga anak-anak mereka di rumah masing- masing.

"Bagaimana anda bisa membenarkan perilaku seperti itu dari orang-orang yang tinggal di lingkungan yang baik?" tanyanya.

Khadafi berpendapat, situasi di Libya berbeda dengan situasi di Mesir maupun Tunisia. Tidak seperti orang-orang di negara-negara tetangga, menurutnya, rakyat Libya tidak memiliki alasan untuk mengeluhkan apapun. Dikatakannya, Libya memiliki akses mudah untuk pinjaman berbunga rendah dan kebutuhan sehari-hari yang murah.

Salah satu reformasi yang disinggung olehnya adalah kemungkinan kenaikan upah. Khadafi bahkan menyebut dirinya sebagai seorang pemimpin 'simbolis' murni tanpa kekuasaan politik nyata. Dia juga membandingkan dirinya seperti Ratu Elizabeth di Inggris.

Dia mengatakan, aksi protes yang berkelanjutan bisa menghentikan produksi minyak di Libya. "Jika (para penunjuk rasa) tidak bekerja secara teratur, produksi minyak akan berhenti," katanya.
(nvc/van)


Berita Terkait