"Tidak ada yang dilanggar Golkar dan PKS sehingga tidak bisa dikatakan melanggar. Mereka berbeda pendapat dan memang belum ada kesepahaman apa-apa dalam koalisi. Kedua partai itu mempunyai pendapat dan pertimbangan sendiri dalam mengambil keputusan. Itu wajar," ujar Jusuf Kalla kepada wartawan di Solo, Kamis (24/2/2011) malam.
Kalla mengatakan berbeda pendapat dalam politik adalah suatu hal yang sangat wajar terjadi. Meskipun sebagai anggota koalisi, parpol yang berbeda pendapat dengan Partai Demokrat tidak serta- merta bisa disebut melanggar koalisi. Apalagi, menurutnya, sejak awal memang tidak ada kesepahaman apapun antar anggota koalisi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya diberitakan Partai Demokrat bersikeras ingin mengeluarkan Golkar dan PKS dari koalisi. PD merasa tidak nyaman dengan keberadaan Golkar dan PKS di koalisi.
Golkar dan PKS dianggap kerap mengambil sikap berseberangan dengan koalisi. Puncaknya, Golkar dan PKS mendorong angket mafia pajak di DPR. Hal ini dianggp partai koalisi lain berpotensi mengancam pemerintah.
PAN, PPP, dan PKB juga mendesak segera dilakukan evaluasi koalisi. Mereka mendesak dilakukan evaluasi total terhadap anggota koalisi yang membangkang dari khittah koalisi.
(mbr/van)











































