Saadi sempat menjadi kapten Timnas Libya, siapa dulu ayahnya? Selama 18 kali bertanding untuk Timnas Libya, dia membuat 2 gol. Namun Saadi ingin terus menggenjot karirnya.
Seperti dilansir Bloomberg, Rabu (23/2), dia bergabung dengan klub Perugia pada tahun 2003. Namun selama 2 tahun merumput di Perugia, dia hanya bermain satu kali saja.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lantas, Saadi pun bergabung dengan Sampdoria untuk musim 2006-2007. Di sini lebih parah, dia sama sekali tidak pernah dimainkan.
Karir sepak bola buruk, Saadi pun gantung sepatu. Pria yang menikah dengan putri perwira tinggi militer Libya ini, tetap berkecimpung di dunia sepak bola. Seperti dilansir BBC, Senin (21/2), dia menjadi ketua Libyan Football Federation, PSSI-nya Libya.
Saadi pun mencoba peruntungan bisnis di industri film. Dia menanam modal US$ 100 juta atau Rp 900 miliar. Proyek pertamanya adalah remake film thriller Jerman berjudul The Experiment.
Muhammad al Khadafi
Di bidang olahraga, masih ada lagi anak Muammar Khadafi yang berkecimpung di sana, yaitu Muhammad al Khadafi. Dia adalah anak sulung Khadafi yang menjadi kepala Komisi Olimpiade Libya, selain menjadi pemilik General Post and Telecom Company, operator ponsel dan komunikasi satelit.
(fay/rdf)











































