Siswono Heran Jelang Pilpres Petani Jadi Rebutan
Kamis, 20 Mei 2004 13:51 WIB
Yogyakarta -
Cawapres dari PAN yang juga Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Siswono Yudo Husodo mengaku heran saat ini banyak capres yang mulai melirik dan mendekati petani. Padahal sebelumnya mereka belum pernah masuk ke sawah berkumpul dengan petani.Bahkan para kandidat itu kemudian memberikan berbagai bantuan seperti pupuk, benih dan alat pertanian secara gratis kepada petani. Hal itu dikatakan Siswono Yudo Husodo kepada wartawan seusai menghadiri acara pertemuan Pengurus Daerah dan Kader Muhammadiyah se-Jawa Bali di kampus terpadu Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) di Ringroad Selatan Yogyakarta, Kamis (20/5/2004)."Saya percaya petani akan memberikan suaranya kepada yang mereka percayai. Tapi kalau ada upaya-upaya dari orang lain yang mendekati petani, itu adalah demokrasi," kata Siswono yang akan berduet dengan Amien Rais itu.Contohnya, SBY yang mulai berkampanye di tengah sawah. Namun dia tidak tahu mulai kapan SBY mulai berkegiatan di tengah sawah. "Saya jadi nggak ngerti kok kampanye di tengah sawah, silahkan saja. Tetapi petani juga akan tahu kapan ke sawahnya," kata Siswono sambil tertawa.Sebagai Ketua Umum HKTI, saat ini anggota HKTI yang terdaftar dan memiliki Kartu Tanda Anggota (KTA) sekitar 2,1 juta di seluruh Indonesia. Tetapi petani yang mengaku anggota HKTI namun tidak punya KTA, jumlahnya lebih banyak. Namun Siswono optimis petani menginginkan seorang tokoh yang mampu memperjuangkan nasibnya. "Para petani itu tidak bisa diubah-ubah (mudah dipengaruhi-red) dalam satu hari saja," kata Sis."Contohnya ada seorang tokoh yang datang ke Cilacap memasok ribuan petani dengan pupuk gratis, kasih traktor gratis. Mereka (petani) pasti akan datang, wong itu semua gratis. Tapi apa mau coblos mereka, belum tentu. Karena petani itu juga belum tentu bodoh," katanya.Siswono mengaku dia maju menjadi capres atau cawapres karena ada dorongan dari petani di HKTI dengan harapan bisa mewarnai kebijakan negara yang menguntungkan petani. Sebab selama ini petani selalu dirugikan dan dimarginalkan kehidupannya.Siswono juga mengharapkan di antara capres dan cawapres dalam pilpres nanti tidak ada saling jegal, tidak melakukan intimidasi, money politics dan tidak melakukan manipulasi dalam penghitungan suara, serta dalam kampanye tidak prlu saling menjelek-jelekkan. "Biarkan rakyat yang memilih dan sampai hari ini saya melakukan good campaign, bukan bad campaign," demikian Siswono.
(nrl/)










































