Pramono: Langkah Jacob Jegal Wiranto Bukan Kebijakan PDIP
Kamis, 20 Mei 2004 13:30 WIB
Jakarta - Wasekjen PDIP Pramono Anung mengatakan, DPP PDIP maupun tim sukses Mega-Hasyim tidak pernah mengeluarkan kebijakan negative campaign terhadap capres lain."Kita menghendaki proses pemilihan presiden maupun kampanye berjalan dengan fair, sesuai dengan aturan yang berlaku. DPP PDIP maupun Bu Mega dan Pak Hasyim tidak pernah melakukan kebijakan negative campaign," kata Pramono.Hal itu dikatakan Pramono di kantor KPU, Jl.Imam Bonjol, Kamis (20/5/2004) menjawab pertanyaan wartawan tentang pengakuan Jacob Nuwa Wea yang membenarkan adanya pertemuan 6 Mei di rumahnya. Jacob mengaku memberikan sejumlah uang kepada mahasiswa yang menemuinya. Tapi Jacob mengaku tidak tahu benar para mahasiswa itu dan untuk apa uang itu digunakan.Dalam sebuah dokumen yang beredar di kalangan pers, pertemuan itu berlangsung 22.00 WIB-01.00 WIB dan dihadiri 26 elemen mahasiswa. Dokumen itu menyebutkan materi pertemuan yaitu menggelar demo anti militer dan menuduh Wiranto sebagai orang yang bertanggung jawab dalam tragedi Trisakti, Semanggi dan Timtim.Golkar menyatakan, jika memang dokumen itu benar adanya, maka pihaknya mengancam akan menggugat Menakertrans itu. Atas ancaman itu, Pramono menyatakan, PDIP mempersilakan terhadap pihak-pihak yang akan menggugat secara hukum pada salah seorang kader PDIP."Saya termasuk yang mendorong diselesaikan secara hukum kalau ada orang yang dituduh dan mempunyai bukti, silakan diproses secara hukum. Yang tidak boleh lupa, negara RI negara demokrasi. Demo itu boleh, tidak dilarang sepanjang tidak melanggar peraturan UU," urai Pram."Kita boleh beda pendapat, tapi yang penting, dalam melakukan kompetisi, semua dilakukan secara fair," tegasnya.Pram mempersilakan Golkar mengajukan gugatan jika merasa dirugikan. "Kalau merasa dirugikan, silakan tuntut saja secara hukum," ujarnya.Apakah yang dilakukan Jacob itu mewakili PDIP? "Saya tidak tahu, karena PDIP tidak pernah membicarakan itu. Yang jelas, kampanye PDIP semuanya sudah teratur dan diakmodir, tidak satu pun membahas seperti itu," paparnya.Apakah langkah Jacob akan mencoreng PDIP? "Saya tidak tahu. Tapi dalam demokrasi, demo tidak dilarang," tandas Pram."Apakah Jacob akan dipanggil? "Kenapa harus dipanggil?" tanya balik Pramono Anung mengunci pembicaraan.
(nrl/)











































