Strategi Nasional Pemberantasan Korupsi Siap Diluncurkan

Strategi Nasional Pemberantasan Korupsi Siap Diluncurkan

- detikNews
Kamis, 24 Feb 2011 18:01 WIB
Jakarta - Sekretaris Satuan Tugas Pemberantasan Mafia Hukum, Denny Indrayana hari ini mendatangi KPK untuk berkoordinasi mengenai strategi nasional pemberantasan korupsi. Denny mengatakan, draf strategi tengah disiapkan pihak KPK dan akan segera diluncurkan dalam waktu dekat.

"Kita tadi mematangkan strategi nasional pemberantasan korupsi, yang drafnya sudah dipersiapkan. Dalam waktu dekat akan diluncurkan," katanya seusai menemui pimpinan KPK di Gedung KPK, Jl HR Rasuna Said, Jakarta, Kamis (24/2/2011).

Sayangnya, apa saja yang masuk dalam strategi, tak dijelaskan Denny.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu, Wakil Ketua KPK Bidang Pencegahan Haryono Umar membenarkan pembahasan strategi nasional pemberantasan korupsi tersebut. Ia menampik, kedatangan Denny untuk membahas kasus tertentu seperti Gayus Tambunan.

"Denny datang ke KPK dalam rangka untuk membahas strategi nasional pemberantasan korupsi, tidak membahas kasus Gayus," terang Haryono.

Sebelumnya, 18 menteri bersama tiga lembaga penegak hukum mengadakan rapat koordinasi terkait pemberantasan korupsi di Indonesia. Tujuan rapat ini adalah merancang rencana aksi percepatan pemberantasan korupsi.

"Jadi kita membuat rancangan rencana aksi dan percepatan perencanaan dan pemberantasan korupsi," ujar Menteri Kordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Djoko Suyanto. Hal itu dia sampaikan usai mengikuti rapat koordinasi mengenai Strategi Nasional Perencanaan dan Pemberantasan Korupsi di Gedung Bappenas, Jl Taman Suropati, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (18/2/2011).

Rapat yang digelar tertutup tersebut berlangsung sejak pukul 14.00 WIB sampai pukul 16.30 WIB. Tampak menteri yang hadir antara lain Menkominfo Tifatul Sembiring, Menteri Lingkungan Hidup Gusti Muhammad Hatta, Menkum HAM Patrialis Akbar, Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu, Menteri PPN/Kepala Bappenas Armida Alisjahbana, Kapolri Jendral Timur Pradopo, dan Jaksa Agung Basrief Arief.

(fjr/rdf)


Berita Terkait