Menkes menyatakan bahwa penelitian akan dilakukan dengan menggunakan sistem sampel. “Tidak mungkin setiap kaleng kita periksa. Kita akan mengambil sampel, bukan hanya susu formula tetapi juga makanan bayi.” katanya di lantai 2 Gedung Kementerian Kesehatan, Jl H.R.Rasuna Said, Jakarta Selatan dalam jumpa pers seusai acara pertemuan dengan Joint External Tuberculosis Monitoring Mission (JEMM).
Selain itu, Menkes menambahkan bahwa penelitian ini akan dilakukan secara kerja sama oleh Kemenkes, BPOM dan IPB. Hal ini dilakukan agar tak ada perbedaan hasil penelitian antara ketiga instansi tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Kalau masyarakat sabar menunggu, dalam 1 tahun ini akan dites. Namun agar masyarakat tenang, akan kita lakukan sekarang.” tambahnya.
(gah/gah)











































