Perempuan cantik kelahiran 1976 ini tidak banyak diceritakan pendidikannya sampai menjadi pengacara. Namun, dia diketahui memegang dua kasus besar dalam karirnya.
Seperti dilansir BBC, 21 Februari 2011, Ayesha pada Juli 2004 bergabung dalam tim pengacara untuk pemimpin Irak Saddam Hussein yang baru digulingkan. Saddam terancam hukuman mati. Namun upaya Ayesha dan rekan-rekan tidak berhasil. Saddam tetap digantung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada 14 Desember 2008, jurnalis Irak Muntadhar al Zaidi melempari Bush dengan sepatunya. Peristiwa yang menghebohkan dunia dan menginspirasi banyak orang melakukan hal serupa di berbagai belahan dunia lain.
Ketika Muntadhar dihadapkan ke persidangan, Ayesha turun tangan tapi secara tidak langsung. Muntadhar mendapat pendampingan hukum dari grup Wa Attassimou yang dipimpin Ayesha.
Nah, terkait dengan situasi Libya yang tak menentu, lahir rumor bahwa Ayesha kabur ke Malta. Namun Ayesha menyangkal hal itu dengan tampil di televisi pemerintah semalam.
Sementara itu, badan PBB untuk pembangunan (UNDP) mendrop status Ayesha sebagai duta muhibahnya. Atas kebijakan ini, Ayesha menyatakan dia tidak mengetahui kabar itu.
(fay/nrl)










































