Berkas tuntutan itu dimasukkan ke pengadilan California pada Selasa, 22 Februari waktu setempat oleh kelompok American Civil Liberties Union (ACLU) dan organisasi muslim terkemuka, Council on American-Islamic Relations (CAIR).
Kedua lembaga tersebut menuduh FBI telah mengirimkan seorang agen dengan identitas palsu guna berbaur dengan para jemaat di beberapa masjid di California.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Agen FBI tersebut mengumpulkan ratusan nomor telepon, alamat email, rekaman audio pembicaraan dan memfilmkan bagian dalam masjid-masjid setempat.
Dalam statemen tuntutan tersebut dinyatakan, FBI tidak mengumpulkan informasi berdasarkan kecurigaan akan aktivitas kriminal, melainkan mengumpulkan informasi semata-mata karena target-targetnya adalah muslim.
FBI menolak berkomentar mengenai tuntutan tersebut. Namun juru bicara FBI menegaskan, FBI tidak menyelidiki rumah-rumah ibadah ataupun kelompok kelompok-kelompok agama. Melainkan orang-orang yang dianggap sebagai ancaman bagi keamanan nasional atau terlibat dalam kegiatan kriminal.
(ita/nrl)










































