Tifatul Akan Lobi PKS, Ajak Kelola Koalisi dengan Baik

Tifatul Akan Lobi PKS, Ajak Kelola Koalisi dengan Baik

- detikNews
Kamis, 24 Feb 2011 15:24 WIB
Jakarta - Tifatul Sembiring meminta agar seluruh partai koalisi pengusung SBY-Boediono saling menahan diri. Mantan presiden PKS ini meminta agar partai-partai koalisi tidak menonjolkan sikap emosi menyikapi hal yang berkembang pasca hak angket mafia pajak.

"Saya hanya kasih masukan, jika koalisi tidak dikelola dengan baik, maka kejadian-kejadian seperti kemarin akan terus berulang. Saya juga akan lebih intensif membicarakan hal ini dengan internal PKS," kata Tifatul yang kini menjabat sebagai Menkominfo dalam pernyataan tertulis, Kamis (23/2/2011).

Tifatul juga menyayangkan kekuatan besar koalisi ini tidak dapat dikonsolidasikan untuk menyukseskan program pemerintahan SBY-Boediono. Bahkan belum tentu di masa yang akan datang akan bisa diwujudkan koalisi besar ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dewasalah dalam berpolitik, intinya komunikasi yang kurang lancar diperbaiki," ujar Tifatul.

Tifatul mengingatkan, Presiden SBY sudah memberi arahan bahwa Setgab haruslah bersikap antisipatif. Bahkan SBY memberikan permisalan bahwa mengambil keputusan politik itu seperti orang terjun payung, kalau sudah loncat dari pesawat, tidak bisa kembali lagi.

"Jadi jangan dadakan terus, tiba-tiba ada instruksi begini begitu, bangunlah komunikasi sesuai kontrak politik itu. Ada level pembina, di sisi menteri-menteri dan sisi parlemen. Komunikasi ini adalah kuncinya", tutur menteri yang gemar berpantun ini.

Pada sisi lain, ungkap Tifatul, ada pihak-pihak yang 'ngomporin' dan hampir tiap hari bicara reshuffle, padahal ini adalah ranah prerogatif Presiden.

"Ada yang belum baca isi kontrak politik, rajin komentar. Ada yang baru bergabung, tidak berjuang dan tidak keringat, ikut memanas-manasi keadaan. Ayolah bangun kematangan berpolitik bangsa ini", sindirnya.

Tifatul juga mengajak semua anggota koalisi termasuk PKS, bahwa koalisi besar ini merupakan rahmat Allah, harus disyukuri bersama. "Dan selanjutnya bersama-sama berjuang menyejahterakan rakyat. Pertumbuhan ekonomi bagus, keamanan bagus, cadangan devisa tertinggi sepanjang sejarah, demokrasi berjalan baik," ujarnya.

Dalam paripurna hak angket mafia pajak, PKS dan Golkar yang juga anggota dari koalisi berseberangan dengan Partai Demokrat. Tak heran kalau kemudian pihak Demokrat berang, hingga meminta agar PKS dan Golkar keluar dari kabinet.

(ndr/nrl)


Berita Terkait