Hal itu diungkapkan oleh mantan Menteri Kehakiman Libya Mustafa Abdel-Jalil dalam wawancara dengan Expressen, tabloid Swedia seperti dilansir media Press TV, Kamis (24/2/2011).
"Saya punya bukti bahwa Khadafi memberikan perintah tentang Lockerbie," ujar Abdel-Jalil yang baru meletakkan jabatannya sebagai protes atas kekerasan yang dilakukan rezim Khadafi terhadap para demonstran.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Abdel-Jalil, Khadafi telah memerintahkan Abdel Baset al-Megrahi, satu-satunya terdakwa dalam pengeboman itu untuk meledakkan pesawat tersebut. Khadafi pun melakukan segala upaya untuk membebaskan al-Megrahi demi menyembunyikan keterlibatan dirinya.
"Untuk menyembunyikan itu, dia (Khadafi) menggunakan semua kekuasaannya untuk membawa al-Megrahi pulang dari Scotlandia," tutur Abdel-Jalil.
Setelah mendekam di penjara bertahun-tahun, al-Megrahi akhirnya dilepaskan dari penjara Scotlandia pada Agustus 2009 atas dasar kemanusiaan. Pria Libya itu dibebaskan setelah dia dinyatakan menderita kanker prostat dan hidupnya tak akan lama lagi. Namun hingga kini al-Megrahi masih hidup.
Sebagian besar korban dalam pengeboman Lockerbie adalah warga Amerika. Pembebasan al-Megrahi ketika itua menuai kritikan dari anggota-anggota Kongres AS dan para keluarga korban.
(ita/nrl)











































