Massa Pro Gus Dur Gelar Pentas Teater di KPUD Jateng
Kamis, 20 Mei 2004 01:03 WIB
Semarang - Massa pro Gus Dur tak hanya melakukan aksi mogok makan, memasuki hari kedua mereka menggelar pentas teater di kantor KPUD Jateng, Jl. Veteran Semarang, Rabu (19/05/2004) malam. Sebelum pentas, massa yang tergabung dalam Gerakan Muda NU Anti Diskriminasi (Germani) sempat membakar patung simbol KPU.Pembakaran patung tersebut dibuat dengan cara teatrikal. Peserta yang berjumlah sekitar 50 orang bernyanyi sambil berdiri. Lampu teplok dipegang satu persatu secara berurutan kemudian peserta terakhir membakar sumbu yang dikaitkan dengan patung. Sumbu yang panjangnya 3 meteran itu membakar patung 15 menit kemudian.Aksi solidaritas terhadap 9 orang yang melakukan aksi mogok makan dimulai pada pukul 20.00 WIB. Mereka yang baru datang langsung duduk melingkar di teras kantor KPUD Jateng. Di tengah, sebuah lampu teplok. Ketika pentas teater dimulai, lampu listrik dipadamkan dan tinggal nyala teplok saja. Seorang peserta mogok makan dengan tiba-tiba berlari menuju ke tengah pentas. Dengan suara lantang dan tanpa mengenakan pakaian, ia berbicara sendiri seperti sebuah monolog.Dalam monolognya, Muhajir-peserta aksi mogok- mengungkapkan tentang keadilan, pembangunan bangsa, dan pembunuhan demokrasi. Sindiran itu tentu saja tertuju untuk KPU yang mereka anggap telah menciptakan diskriminasi dengan mempersulit Gus Dur sebagai capres.
(mar/)











































