Menteri Luar Negeri Turki Ahmet Davutoglu mengatakan, warga Turki yang tewas tersebut adalah seorang pekerja bangunan berumur 27 tahun. Pria itu tewas di dekat Tripoli, ibukota Libya. Davutoglu menolak menjelaskan lebih rinci. Namun pejabat Turki itu berharap kondisi di Libya akan segera membaik.
"Kami harap perdamaian internal di Libya akan tercapai secepat mungkin dan dengan pelajaran yang diambil dari semua pengalaman ini, pemerintahan, ketertiban umum yang akan memenuhi permintaan-permintaan sosial akan terbentuk," ujar petinggi Turki itu seperti dilansir AFP, Kamis (24/2/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara sekitar 3 ribu orang lainnya diangkut dengan dua kapal feri pada Rabu pagi, 23 Februari di Benghazi. Mereka diharapkan tiba di pelabuhan Marmaris, Turki pada Rabu malam waktu setempat.
Dikatakan Davotoglu, sebanyak 250 warga Turki lainnya telah meninggalkan Libya dengan melalui perjalanan darat menuju Mesir. Sedangkan 190 warga Turki yang berlindung ke Pulau Djerba, Tunisia pada Selasa, 22 Februari lalu saat ini tengah dipulangkan ke Turki.
Sebelum eksodus, sekitar 25 ribu warga Turki berada di Libya. Lebih dari 200 perusahaan Turki terlibat dalam proyek-proyek konstruksi senilai lebih dari US$ 15 miliar di negeri pimpinan Muammar Khadafi tersebut.
(ita/nrl)











































