"Seperti saya akan dikeluarkan dari DPR. Saya siap bila diminta, itu hak Ketum PKB. Saya tidak akan mengawali keluar (dari DPR), silakan pecat saya. Gitu aja kok repot," ujar Gus Choi -panggilan akrabnya- sambil mengutip celetukan khas Gus Dur.
Kepada wartawan yang mencegatnya di lobi Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (24/2/2011), dituturkannya bahwa setelah voting berlangsung dirinya mendapatkan telepon dari Ketum DPP PKB Muhaimin Iskandar. Inti dari pembicaraan telepon pada Selasa (22/2) malam itu Cak Imin -nama panggilan Muhaimin Iskadar- menyesalkan pilihan Gus Choi yang mendukung hak angket.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pembicaraan telepon antara dua politisi senior PKB itu berlanjut menjadi komunikasi lewat SMS dan berlangsung hingga Rabu (23/2) pagi. Menurut Gus Choi, melalui SMS itu Cak Imin bertanya mengenai kemungkinan dirinya menerima suap hingga dampratan atas pilihan politiknnya yang melawan kebijakan DPP PKB.
"Saya terima dampratannya. Saya dibilang sombong dan sok tahu, tapi dari saya selalu halus," klaim Gus Choi yang mengenakan jas warna abu-abu sambil tersenyum kecil.
(lh/nrl)










































