"Saya tidak pernah terima uang, saya tidak akan jual harga diri saya," ujar Gus Choi, panggilan akrabnya.
Kepada wartawan yang mencegatnya di lobi Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (24/2/2011), dia lantas menuturkan pengalaman ditawari uang suap untuk mengambil keputusan politik tertentu.
"Uang sudah di depan mata, itu saya tolak, apalagi yang ini," ujar politisi senior PKB itu.
Pernyataannya di atas menjawab permintaan konfirmasi wartawan mengenai isi dari komunikasi SMS antara dirinya dengan Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar pasca voting hak angket DPR. Salah satu SMS dari Cak Imin -nama panggilan Muhaimin Iskandar- memang menanyakan apakah pilihan Gus Choi yang bertentangan dengan kebijakan DPP PKB karena ada suap.
"Memang ada SMS seperti itu. Wajar kalau saya dievaluasi. Dia (Cak Imin) menelepon dan menyesalkan, saya terima dampratan dia. Tapi ini (pilihan mendukung hak angket -red) adalah pertimbangan dan itikad saya yang benar meski itu berbeda dengan partai," papar Gus Choi sambil sesekali tersenyum kecil.
(lh/nrl)











































