"Diduga pelaku stress. Karena menurut keterangan istrinya, pelaku sudah lama stress," kata Kapolres Bekasi Kabupaten Kombes Setija Junianta saat dihubungi wartawan, Kamis (24/2/2011).
Peristiwa itu terjadi pada Rabu (23/2) malam. Pelaku yang belakangan diketahui bernama Udi Junaedi (40), warga Kampung Sandang Darang, Desa Hegar Mukti, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi datang ke lokasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini kantor apa? Siapa yang jaga?," teriak Udi seperti ditirukan Kapolres.
Pria paruh baya ini kemudian dengan golok dan parang di tangan menghancurkan kaca-kaca kantor. Beruntung aksi itu tidak berlangsung lama, petugas polisi yang datang ke lokasi segera mengamankan Udi.
"Pelaku sudah diamankan dan semalam kita periksa. Tapi dari pemeriksaan, dia kelihatan terganggu kejiwaannya," katanya.
"Oleh karenanya kita bawa dia ke psikiater hari ini untuk menjalani tes kejiwaan," terang Setija.
Sementara itu, informasi dari Puskominfo Polda Metro Jaya, Udi Junaedi yang sehari-hari berjualan dompet di depan mesjid Pemkab Bekasi ini, mengamuk diduga karena tekanan ekonomi dan beban hidup yang berat.
Karena saat mengamuk, pelaku berteriak-teriak menumpahkan kekeselannya akan keadaan hidupnya yang miskin.
"Buat apa ada gedung megah dan mewah di wilayah kampung ini, kalau hidup saya masih susah dan melarat," sesal Udi sambil mengacungkan golok dan parang yang berada di tangannya.
Beban hidup Udi yang semakin berat juga dipicu kesedihan mendalam akibat adik perempuannya yang memiliki bayi dan baru saja ditinggal kabur suaminya. Kini tinggal dan menumpang di rumah bersama istri dan kelima anak-anaknya yang masih kecil.
Ketika mengamuk, petugas satpol PP yang sedang berjaga di sekitar Pemkab Bekasi tidak bisa berkutik dan tidak berani mendekat, karena Udi dalam keadaan tertekan kejiwaannya.
(mei/gun)











































