Para anggota parlemen tersebut berasal dari partai berkuasa Yaman, GPS pimpinan Presiden Yaman Ali Abdullah Saleh. Mereka mengkritik Saleh atas kekerasan yang dilakukan terhadap para demonstran damai.
Pengunduran diri ini merupakan pukulan politik bagi Presiden Yaman. "Rakyat harus punya hak untuk berdemonstrasi dengan damai," kata Abdulaziz Jubari, anggota parlemen terkemuka yang mengundurkan diri seperti dilansir Reuters, Kamis (24/2/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saleh telah berkuasa selama 33 tahun. Para demonstran gencar mendesak Saleh untuk mundur. Namun Saleh menegaskan dirinya akan meletakkan jabatan setelah masa jabatannya berakhir pada tahun 2013 mendatang. Saleh juga berjanji untuk tidak menyerahkan kekuasaan ke putranya.
Untuk meredakan aksi demo, Saleh juga telah berjanji untuk menaikkan gaji para pegawai pemerintah dan menyediakan sekitar 60 ribu kesempatan kerja bagi para sarjana. Namun janji-janji itu dianggap belum cukup oleh para demonstran.
Ribuan demonstran masih terus membanjiri jalan-jalan di kota-kota besar Yaman, termasuk Sanaa, ibukota Yaman. Para demonstran bersikeras menuntut Saleh mundur dan meminta diberantasnya korupsi.
Saleh sebelumnya telah menyebut para demonstran tersebut sebagai "elemen kudeta" yang harus ditindak tegas. Kekerasan yang dilakukan pasukan Yaman terhadap para demonstran sejauh ini telah menewaskan setidaknya 24 orang.
(ita/nrl)











































