"Ada 10 WNI yang berada di KBRI, dan kita mengimbau yang lain yang merasa tidak aman dan kekurangan logistik agar segera merapat ke KBRI," kata Direktur Perlindungan WNI Kemlu Tatang B Razak saat dihubungi detikcom, Kamis (24/2/2011).
Tatang mencatat, ada sekitar 200 WNI yang bekerja di WIKA dan tengah membangun mal di pinggir pantai di Kota Khumji di pinggiran Kota Tripoli, 3 orang dari Pertamina, dan juga ada dari Medco, Repsol, dan lainnya yang bekerja di perusahaan minyak asing.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tatang menjelaskan, kondisi di wilayah Tripoli dan sekitarnya saat ini relatif aman. Hanya di kawasan timur laut yang bergejolak.
"Kita berkoordinasi dengan pihak terkait, termasuk BUMN untuk melakukan langkah-langkah persiapan evakuasi," imbuhnya.
Tatang mengakui, proses evakuasi WNI di Libya lebih susah dibanding dengan Mesir. Untuk itu pihak Kemlu mempersiapkan langkah matang guna menjamin keamanan evakuasi jika memang diperlukan.
"Sudah disiapkan langkah evakuasi kalau situasi semakin memburuk. Kita sudah mengecek jalur-jalur ke airport, kita siapkan lewat jalur udara dan laut. Kita betul-betul evaluasi terus dari waktu ke waktu," ujarnya.
Kemlu RI mencatat jumlah WNI di Libya sebanyak 875 WNI. Dari jumlah itu 500-600 orang tercatat sebagai TKI di sektor formal, 130 mahasiswa dan sisanya adalah TKI sektor informal.
(ndr/nrl)










































