Pendemo di Kota Misurata pada hari Rabu menyatakan, mereka telah merebut kota di bagian barat negeri itu dari kendali pemerintah. Dalam statemen yang muncul di internet, pejabat militer yang berada di kota itu menegaskan,"mendukung total pendemo." Demikian dilansir Al Jazeera, Kamis (24/2/2011).
Para demonstran juga mengendalikan sebagian besar kota di timur negara itu. Koresponden Al Jazeera melaporkan dari kota Tobruk, 140 km dari perbatasan Mesir, tidak ada aparat keamanan yang terlihat di kota itu.
"Dari apa yang saya lihat, saya mengatakan warga di bagian timur yang memegang kendali," kata koresponden Hoda Abdel-Hamid.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sepanjang perbatasan, kami tidak melihat seorang pun polisi. Kami tidak melihat satu orang pun tentara dan masyarakat di sini menyatakan kepada kami bahwa pasukan keamanan telah kabur atau bersembunyi dan sekarang masyarakat memegang kendali, sepanjang perbatasan, Tobruk hingga Benghazi," lapornya.
"Masyarakat menyatakan kepada saya suasana tenang terlihat di Bayda dan Benghazi. Meskipun demikian, "milisi" tetap berkeliaran, utamanya di malam hari," ujarnya. Milisi itu digambarkan sebagai pria Afrika, bicara dengan bahasa Prancis sehingga masyarakat menduganya mereka berasal dari Chad. Chad adalah negara miskin di Afrika yang berbatasan dengan Libya. (nrl/nvt)











































