Berikut kronologi penyerangan warga berdasarkan keterangan Kapolres Kampar AKBP MZ Muttaqin, di Mapolsek Kampar, Riau, Kamis (24/2/2011):
Pada Rabu (23/2), pukul 15.00 WIB, polisi menangkap Zulkifli di Pasar Air Tiris. Saat penangkapan itu Zulkifli berusaha kabur. Saat kabur, Zulkifli terjatuh dan bibirnya terkena bebatuan hingga jontor dan pecah. Polisi kemudian mengamankan Zulkifli dan dibawa ke Mapolsek.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akhirnya pukul 16.00 WIB, massa mendatangi Mapolsek. Di depan Mapolsek, warga yang masih berjumlah seratusan ini berunjuk rasa meminta pembebasan Zulkifli. Setiap jam massa terus berdatangan, sampai pukul 20.00 WIB, massa sudah mencapai seribuan.
Tiba-tiba saja, listrik di Mapolsek dan sekitarnya mati. Warga pun mengambil kesempatan ini. Warga kemudian menyerang Mapolsek dengan melempar batu dan melakukan pengrusakan Mapolsek. Pada saat itu, polisi yang berjaga hanya belasan orang dan tak bisa membendung emosi warga tersebut.
Pukul 21.00 WIB, bantuan personel dari Polres Kampar dan Polda Riau datang bertepatan dengan nyalanya listrik. Namun karena aliran listrik Mapolsek sudah dirusak massa, suasana gelap masih menghiasi tiap ruang Mapolsek.
(gus/nrl)











































