Dipo Siap Dipanggil Dewan Pers, Tidak Bawa-bawa Presiden

Dipo Siap Dipanggil Dewan Pers, Tidak Bawa-bawa Presiden

- detikNews
Kamis, 24 Feb 2011 10:07 WIB
Dipo Siap Dipanggil Dewan Pers, Tidak Bawa-bawa Presiden
Jakarta - Sekretaris Kabinet Dipo Alam bersedia memenuhi panggilan Dewan Pers terkait ucapannya tentang perlunya memboikot media yang selalu menjelek-jelekkan pemerintah dan menebar kebencian. Dipo tidak pernah membawa nama Presiden SBY atas kasus yang melilitnya.

"Siap (dipanggil Dewan Pers). Saya datang pukul 11.00 WIB. You-you juga harus ada di sana ya," kata Dipo usai mengantarkan  Presiden SBY yang melakukan kunjungan kenegaraan ke Brunei Darussalam di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Kamis (24/2/2011).

Dipo menegaskan tidak ada instruksi dari Presiden SBY terkait kasusnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya tidak pernah bawa-bawa Presiden. Ini pribadi saya sebagai Seskab," ujarnya saat ditanya apakah ada instruksi Presiden terkait kasus ini.

Ia juga tidak gentar menghadapi somasi dari sejumlah media. "Daripada saya hadapi somasi, saya katakan ke DPR kan sudah jelas DPR forum terhormat. Tidak ada penyesalan, tidak ada kecil hati," kata Dipo.

Awal pekan ini Dipo Alam mengkritik pola pemberitaan media massa yang sering menimbulkan salah paham masyarakat terhadap pemerintah. Saking geramnya Dipo meminta media massa yang tak netral untuk diboikot.

"Ada koran dan televisi yang setiap menit dan jam memberitakan soal keburukan, sampai gambarnya diulang-ulang setiap hari lalu menyebut pemerintah gagal sehingga terjadi misleading di masyarakat. Itu kan salah, boikot saja," kata Dipo di sela-sela jeda rapat pematangan rencana induk percepatan dan pembangunan ekonomi 2025 di Istana Bogor, Senin (21/2) kemarin.

Hari Selasa, Dipo merinci media mana saja itu. "Metro TV sama TV One. Saya lihat itu waktu saya di Kupang. (Media) Cetaknya yang sesuai dengan yang punyanya TV juga, ha ha ha ha," ujarnya.

(aan/nrl)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads