"Siap (dipanggil Dewan Pers). Saya datang pukul 11.00 WIB. You-you juga harus ada di sana ya," kata Dipo usai mengantarkan Presiden SBY yang melakukan kunjungan kenegaraan ke Brunei Darussalam di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Kamis (24/2/2011).
Dipo menegaskan tidak ada instruksi dari Presiden SBY terkait kasusnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia juga tidak gentar menghadapi somasi dari sejumlah media. "Daripada saya hadapi somasi, saya katakan ke DPR kan sudah jelas DPR forum terhormat. Tidak ada penyesalan, tidak ada kecil hati," kata Dipo.
Awal pekan ini Dipo Alam mengkritik pola pemberitaan media massa yang sering menimbulkan salah paham masyarakat terhadap pemerintah. Saking geramnya Dipo meminta media massa yang tak netral untuk diboikot.
"Ada koran dan televisi yang setiap menit dan jam memberitakan soal keburukan, sampai gambarnya diulang-ulang setiap hari lalu menyebut pemerintah gagal sehingga terjadi misleading di masyarakat. Itu kan salah, boikot saja," kata Dipo di sela-sela jeda rapat pematangan rencana induk percepatan dan pembangunan ekonomi 2025 di Istana Bogor, Senin (21/2) kemarin.
Hari Selasa, Dipo merinci media mana saja itu. "Metro TV sama TV One. Saya lihat itu waktu saya di Kupang. (Media) Cetaknya yang sesuai dengan yang punyanya TV juga, ha ha ha ha," ujarnya.
(aan/nrl)











































