Di awal pidatonya, SBY menyatakan prihatin atas kondisi yang terjadi di Libya dan menyebutnya "di luar kepatutan." Sedangkan di bagian akhir, baru SBY menyoroti nasib WNI di negeri pimpinan Kolonel Muammar Khadafi itu.
"Misi Indonesia lain adalah untuk melindungi warga kita di Libya. Tercatat 870 WNI di Libya yang harus kita jaga," ujar SBY di ruang executive lounge Bandara Halim Perdanakusumah, sebelum bertolak ke Brunei Darussalam, Kamis (24/2/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
SBY mengisyaratkan, proses evakuasi WNI bukan perkara yang mudah karena situasi di lapangan yang rumit.
"Situasinya lebih rumit, karena seperti yang Saudara ikuti, kerusuhan, ketidakpastian, kekerasan ini lebih tinggi. Dubes kita terus bekerja," katanya.
SBY menyatakan, sebelumnya dia telah menggelar rapat dengan jajarannya dan telah menugasi Menko Polhukam Djoko Suyanto menyelamatkan WNI di Libya.
"Terbuka opsi apa kirimkan pesawat ke luar negeri...tentu diperlukan Satgas untuk bantu bersama Dubes kita di Tripoli agar tugas penyelamatan efektif. Saya berharap berharap Menko Polhukam jelaskan kepada rakyat kita agar misi berjalan dengan baik," kata SBY. (anw/nrl)










































