"Saya juga meminta jajaran saya untuk menyiapkan berbagai opsi yang kita harus menanggapi krisis ini. Ini termasuk tindakan yang kita dapat ambil dan mereka akan berkoordinasi dengan sekutu dan mitra kami, atau mereka akan melakukan melalui lembaga multilateral," ujar Obama, Kamis (24/2011) pagi WIB sebagaimana dilansir Reuters.
Obama menyebutkan, seperti semua pemerintah lainnya, pemerintah Libya memiliki tanggung jawab untuk menahan diri dari kekerasan, untuk mengizinkan bantuan kemanusiaan untuk menjangkau mereka yang membutuhkan, dan menghormati hak-hak rakyatnya. Pemerintah harus bertanggung jawab pada kegagalannya untuk memenuhi semua tanggung jawab di atas, dan menghadapi kerugian atas pelanggaran hak asasi manusia yang berlanjut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk itu, Menlu Clinton dan saya telah meminta Bill Burns, Wakil Menlu untuk Urusan Politik, untuk melakukan perjalanan di Eropa dan kawasan (Timur Tengah) untuk mengintensifkan konsultasi kami dengan sekutu dan mitra tentang situasi di Libya," ujar Obama.
Obama juga memerintahkan Menlu Clinton untuk pergi ke Jenewa hari Senin, di mana sejumlah menlu akan mengadakan sidang Dewan HAM, untuk berkonsultasi tentang Libya.
Obama juga menegaskan, perubahan yang terjadi di kawasan Timur Tengah didorong oleh rakyat setempat sendiri. "Perubahan ini tidak mewakili pekerjaan Amerika Serikat atau kekuatan asing. Ia mewakili aspirasi orang-orang yang mencari kehidupan yang lebih baik," ujarnya.
Obama mengakhiri pidatonya dengan menuturkan, "Seperti yang diungkapkan oleh seorang rakyat Libya, "Kami hanya ingin bisa hidup seperti manusia." Kami hanya ingin bisa hidup seperti manusia. Ini adalah aspirasi paling dasar yang mendorong perubahan ini. Dan selama masa transisi, Amerika Serikat akan terus membela kebebasan, membela keadilan, dan membela martabat semua orang."
(nrl/mok)











































