Golkar Tak Perlu Emosional Tanggapi Dokumen 6 Mei
Rabu, 19 Mei 2004 15:24 WIB
Jakarta - Partai Golkar tidak perlu berlebihan menanggapi dokumen pertemuan 6 Mei. Dalam kompetisi politik, pengungkapan masa lalu adalah hal yang lumrah."Golkar tidak perlu emosional," kata pengamat politik Bara Hasibuan kepada detikcom saat berbincang-bincang lewat telepon, Rabu (19/5/2004).Pernyataan Bara ini mengomentari ancaman Ketua Bappilu Partai Golkar Slamet Efendy Yusuf. Slamet mengatakan jika pertemuan 6 Mei terbukti untuk menjegal Wiranto, Golkar akan mengambil langkah hukum. Pertemuan itu disebut-sebut dilakukan di kediaman dinas Menakertrans Jacob Nuwa Wea.Dikatakan Bara, yang menjadi masalah adalah ketika terjadi penggunaan isu-isu yang tidak benar. Sementara, kata Bara, berbagai unjuk rasa yang ada saat ini adalah upaya mengekspos kesalahan Wiranto di masa lalu."Di Amerika, seorang kandidat presiden juga biasa menyerang lawan politiknya dengan cara demikian. Mereka saling menjatuhkan dengan menggunakan kesalahan-kesalahan lawan di masa lalu," ungkap Bara.Bara juga mengatakan, kelayakan seseorang menjadi pemimpin tidak bisa hanya melihat kesehatan jasmani dan rohani saja. Menurut Bara, latar belakang juga menjadi bagian yang tidak kalah penting untuk dinilai."Dengan begitu kita yakin bahwa mereka benar-benar mampu. Bagaimana mereka mau memberantas korupsi kalau dulunya terindikasi korupsi. Bagaimana bisa dipercaya mau menegakkan HAM jika masa lalunya melakukan pelanggaran HAM," tukas Bara.
(djo/)











































