Peristiwa ini terjadi di sekolah yang beralamat di Jl Bromo, Gang Santun, Medan, Sumatera Utara, Rabu (23/2/2011). Mereka mendapatkan perawatan intensif karena sebagian korban sempat mengalami pusing dan muntah-muntah.
Salah seorang korban, Muhammad Iqbal mengaku, keracunan terjadi beberapa saat setelah mereka mengkonsumsi minuman kemasan Super Juice yang dibeli di kantin sekolah. Tiba-tiba para pelajar merasa pusing, mual-mual dan sebagian sempat muntah di sekolah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagai upaya penyelamatan, pihak rumah sakit memberikan obat penawar dan perangsang muntah untuk mengeluarkan cairan dari perut korban.
Dokter anak RS Badrul Aini, Sri Zamzam mengatakan, dari 14 korban, tujuh di antaranya terpaksa diinfus dan menjalani rawat inap. Sedangkan yang lainnya diperbolehkan pulang setelah mendapatkan obat penawar racun.
"Semua telah diberi obat pencahar untuk merangsang muntah agar sisa minuman dalam perut korban bias dikeluarkan. Dari gejalanya, para korban mengalami keracunan minuman," sebut Sri.
Sepekan lalu, kasus yang sama juga terjadi dan merenggut nyawa Salefi Natalia Dachi, seorang bocah perempuan berusia 6 tahun, warga Jl Menteng 7, Gang Wakaf, Kecamatan Medan Denai, Medan. Korban akhirnya meninggal dunia setelah menjalani perawatan dua hari di rumah sakit akibat mengkonsumsi minuman kemasan yang dibeli dari sebuah warung.
(rul/fay)










































