"Kami terus memonitor pergerakan kapal-kapal ini dan tindakan-tindakan mereka," ujar juru bicara Departemen Luar Negeri (Deplu) AS Philip Crowley seperti dikutip kantor berita AFP, Rabu (23/2/2011).
"Kami akan mengamati dengan seksama guna melihat kemana kapal-kapal ini pergi dan implikasinya," imbuhnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami punya kekhawatiran mengenai perilaku Iran di wilayah tersebut," ujar Crowley.
Pada Selasa, 22 Februari kemarin, dua kapal perang Iran, Khark dan Alvand melintasi Terusan Suez, rute pelayaran internasional yang strategis di Mesir. Ini merupakan yang pertama kalinya sejak kemenangan Revolusi Islam di Iran pada tahun 1979 silam.
Angkatan Laut Iran mengumumkan bahwa pengerahan kapal perang tersebut dimaksudkan untuk memperkuat hubungan baik dengan negara-negara lain. Serta untuk menyampaikan pesan Iran akan perdamaian dan keamanan di perairan internasional.
Oleh pemerintah Israel, keberadaan kapal perang Iran tersebut dianggap sebagai upaya provokasi.
(ita/nrl)











































