Teroris dan Pelaku Kekerasan di Cikeusik Punya Kesamaan Ideologi

Teroris dan Pelaku Kekerasan di Cikeusik Punya Kesamaan Ideologi

- detikNews
Rabu, 23 Feb 2011 16:39 WIB
Jakarta - Polisi telah menetapkan beberapa tersangka kasus kerusuhan di Cikeusik dan Temanggung. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Ansyaad Mbai menilai ada kesamaan ideologi antara pelaku kerusuhan ini dengan pelaku tindak pidana terorisme.

"Secara fisik tidak sama, tapi secara tataran ideologi sama-sama radikal," kata Ansyaad Mbai usai pelantikan pejabat eselon I BNPT di Kantor Kemenko Polhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu (23/2/2011).

Ansyaad menjelaskan, para perusuh itu merasa memiliki pemahaman keagamaan yang paling benar. Mereka merasa menjadi wakil Tuhan untuk menghakimi siapa saja.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Mereka merasa hidup di hutan belantara orang-orang kafir dan harus melawan musuh-musuh Tuhan," imbuhnya.

Ansyaad meminta agar petugas kepolisian tidak selalu disalahkan dalam kerusuhan itu. Hal ini karena kepolisian khawatir dianggap melanggar HAM jika mengambil  tindakan tegas saat kerusuhan terjadi.

"Tembakan peringatan tidak akan digubris. Tembakan ke kaki hanya akan buat massa tambah marah," katanya.

Ansyaad menyatakan, tidak mudah menggumpulkan petugas kepolisian di Pandeglang. Selain itu jumlahnya juga belum tentu cukup untuk menghalau massa.

"Sekrang ada berapa polsi di Pandeglang atau Banten, paling banyak 700 orang.  Mereka juga tidak tinggal di asrama seperti TNI yang bisa dikumpulkan dalam lima  menit," sambungnya.

Menurutnya, yang saat ini perlu dipikirkan adalah bagaimana menambah kekuatan kepolisan di tingkat polres. Selain itu juga harus dicari solusi untuk menambah  truk sehingga polisi bisa menangani kerusuhan dengan cepat

"Jadi jangan selalu menyalahkan polisi," imbau Asyaad.

Bentrokan antara warga dengan jemaat Ahmadiyah di Cikeusik, Pandeglang, Banten terjadi pada Minggu (6/2). Tiga orang anggota Ahmadiyah tewas dan 5 orang lainnya luka-luka.

(nal/vit)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait