Kapolri Serukan Masyarakat Tak Terpancing SMS SARA

Kapolri Serukan Masyarakat Tak Terpancing SMS SARA

- detikNews
Rabu, 23 Feb 2011 16:57 WIB
Jakarta - Pasca penyerangan Ahmadiyah di Cikeusik, Pandeglang, Banten dan kerusuhan di Temanggung, Jawa Tengah banyak SMS hasutan berbau suku, agama, ras dan antargolongan (SARA) yang menghasut agar melakukan aksi balasan. Kapolri Jenderal Timur Pradopo pun meminta agar masyarakat tidak terpancing SMS-SMS itu.

"Masyarakat jangan terpancing," imbau Timur usai menghadiri pelantikan pejabat eselon I di Kantor Menko Polhukam, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu (23/2/2011).

Timur meminta masyarakat tidak panik menghadapi isu akan adanya kerusuhan bernuansa SARA di berbagai daerah. Dia menegaskan Polri akan melakukan tindakan deteksi dini dan pencegahan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita terus lakukan upaya preventif," tegasnya.

Untuk kasus bentrokan antara warga dengan jemaat Ahmadiyah di Cikeusik, Pandeglang, Banten terjadi pada Minggu (6/2). Tiga orang anggota Ahmadiyah tewas dan 5 orang lainnya luka-luka. Polri sendiri telah menetapkan sembilan tersangka yakni AD, D, UJ, KE, KM, KMH alias M, S, YA alias I dan KHU. Untuk menyelidiki kasus ini, Komnas HAM telah membuat tim khusus.

Sedangkan kerusuhan di Temanggung pada Selasa (8/2) lalu dipicu oleh ketidakpuasan massa atas tuntutan 5 tahun penjara kepada terdakwa penistaan agama Antonius Richmond Bawengan. Massa yang terdiri dari beberapa ormas ini tidak terima dan marah. Tuntutan itu dinilai sangat ringan dari perbuatan terdakwa yang menyebarkan selebaran menjelek-jelekkan agama Islam. Sejumlah gereja dirusak saat kerusuhan terjadi. 25 Orang menjadi tersangka dalam kasus ini.

(rdf/nwk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads