TNI Tak Akan Ubah Pola Operasi Keamanan di Aceh
Rabu, 19 Mei 2004 13:19 WIB
Jakarta -
Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Ryamizard Ryacudu menyatakanturunnya status Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam dari darurat militer menjadi darurat sipil tidak mengubah pola operasi keamanan. TNI AD juga tidak akan menarik pasukannya dari Aceh."Saya rasa tidak. Yang penting bagaimana kita meningkatkan keamanan. Kalau polanya bagus, kita laksanakan. Kalau tidak, kita cari lagi. Karena pada prinsipnya harus secepat mungkin penegakan keamanan di Aceh," kata KSAD menjawab pertanyaan apakah pola operasi keamanan di Aceh akan diubah dan pasukan ditarik.KSAD, yang ditemui wartawan usai memberi ceramah dalam diskusi "TNI Sebagai Perekat Keberagaman dan Pemersatu Bangsa" di Balai Sudirman, Tebet, Jakarta Selatan, Rabu (19/5/2004), menyatakan rakyat Aceh tidak mengetahui apakah darurat sipil atau militer. "Karena yang mereka inginkan adalah rasa aman dan perlindungan bila ada tentara ada di sekitar mereka. Sehingga sementara ini tentara tidak akan ditarik dari Aceh," ujarnya.Tentang status Panglima Komando Operasi TNI (Pangkoops) di Aceh setelah Aceh menjadi darurat sipil, KSAD menjawab, "Ya, pangkoops kembali seperti dulu. Bisa dirangkap sebagai pangdam. Mungkin, ya? Saya belum tahu. Status kan cuma penguasa yang berubah. Tapi masalah lain kita lihat. Kalau sistemnya masih bagus akan kita lanjutkan saja."Dalam kesempatan itu KSAD juga menyampaikan harapannya agar Gerakan Aceh Merdeka bersikap sportif dan melepaskan sandera-sandera asli yang masih ditawan. "Karena dari sandera yang dilepaskan Minggu kemarin yang asli hanya tiga sandera, dan lainnya masyarakat biasa yang ikut-ikutan," katanya.
(gtp/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































